News

Polisi Tetapkan Tersangka Kasus Proyek Jalan PT URM di Lampung

Polda Jambi telah menetapkan lima orang tersangka kasus proyek jalan


Polisi Tetapkan Tersangka Kasus Proyek Jalan PT URM di Lampung
Proyek pembangunan Jalan Tol Cinere-Serpong di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (30/5/2020). Di tengah pandemi COVID-19, pemerintah melalui Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertahanan Nasional (ATR/BPN) tetap melanjutkan pembangunan jalan tol. Kementerian ATR/BPN diketahui memberikan uang ganti rugi kepada masyarakat yang lahannya akan dipakai untuk pembangunan Jalan Tol Cinere-Serpong dan sebaliknya, serta Tol Serpong-Balaraja. Uang ganti rugi tersebut senilai Rp82,82 m (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Lampung telah menetapkan lima tersangka kasus proyek jalan di Lampung.

"Kami telah melaksanakan gelar perkara khusus atas perkara PT Usaha Remaja Mandiri (PT URM) yang merupakan kontraktor pembangunan Jalan Ir. Sutami-Sribowono," kata Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol. Zahwani Pandra Arsyad di Bandarlampung, Sabtu (24/04/2021).

Dari hasil gelar perkara khusus tersebut, kata Kombes Pol. Pandra, ​​​disimpulkan penetapan beberapa tersangka, yaitu BWU, HE, BHR, SHR, dan RS.

Menurut dia, dari kelima tersangka tersebut, dua orang warga luar Provinsi Lampung, sedangkan tiga orang tersangka lainnya warga Bandarlampung.

Gelar perkara khusus tersebut, kata dia, diselenggarakan sebagai jawaban atas Pasal 33 Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 06 Tahun 2019 tentang Penyidikan Tindak Pidana.

Polri menindaklanjuti perkara yang menjadi perhatian masyarakat, di antaranya bahwa pemberitaan media cetak dan media online serta banyaknya warga yang menunggu penyidikan yang dilakukan oleh penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Ditreskrimsus Polda Lampung.

Gelar perkara khusus tersebut dipimpin oleh Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Lampung Kombes Pol. Mestron Siboro dan dihadiri beberapa perserta dari ahli hukum pidana Universitas Lampung (Unila).

Pejabat utama Ditreskrimsus Polda Lampung dan Penyidik dari Subdit III Tipidkor, fungsi pengawas internal dari Inspektorat Pengawas Daerah (Itwasda) dan Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam).

Keputusan tentang penetapan tersangka tersebut, kata dia, berdasarkan persetujuan dari peserta gelar perkara.

Sumber: ANTARA

Erizky Bagus

https://akurat.co