News

Polisi Temukan Dugaan Lain Kasus Cari Cuan Krematorium di Tengah Wabah

Polisi tak menampik ada dugaan praktik percaloan dalam bisnis kremasi itu.


Polisi Temukan Dugaan Lain Kasus Cari Cuan Krematorium di Tengah Wabah
Kapolres Metro Jakarta Barat (AKURAT.CO/Miftahul Munir)

AKURAT.CO, Kasus dugaan kartel kremasi yang sempat heboh terus diselidiki. Jajaran Polres Metro Jakarta Barat telah memeriksa sejumlah saksi mulai dari pengelola kremasi, pegawai Kemenkes hingga ahli dari BPOM.

Dari penyelidikan tersebut, hasilnya belum ditemukan dugaan praktik kartel kremasi. Namun, polisi tak menampik ada dugaan praktik percaloan dalam bisnis kremasi tersebut.

“Masing-masing dari mereka ini berdiri sendiri atau beraksi perorangan. Tidak terorganisir seperti kartel. Mereka modusnya dengan menaikan harga dan motifnya memperoleh keuntungan yang besar,” kata Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Ady Wibowo dalam keterangannya, Minggu (25/7/2021).

Sudah ada tujuh saksi yang telah diperiksa. Salah satu saksi yang diperiksa adalah pihak dari krematorium yang berada di Karawang, Jawa Barat.

“Ketujuh orang saksi tersebut kami mintai keterangan yang terdiri dari dua orang pengelola Yayasan Mulia di Jakarta Barat, satu orang pengelola Krematorium Mulia di Karawang, satu orang pembuat narasi viral, serta tiga orang saksi terkait lainnya,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol Joko Dwi Harsono.

Ditegaskannya, pihaknya masih menyelidiki lebih lanjut dugaan kasus kartel kremasi tersebut. Termasuk dengan menunggu adanya laporan dari korban.

“Kami masih menunggu laporan dari masyarakat yang menjadi korban dan masih terus melakukan upaya penyelidikan terkait dugaan praktik kremasi tersebut,” tegas Kompol Joko Dwi Harsono. 

Sebelumnya, dugaan kartel bisnis krematorium ini disampaikan oleh pengacara kondang, Hotman Paris Hutapea. Dia mengatakan biaya kremasi jenazah Covid-19 naik berlipat-lipat. Hotman mengaku menerima aduan warga yang harus mengeluarkan uang hingga Rp 80 juta untuk pengurusan jenazah.

"Ada warga ngadu ke saya, untuk biaya peti jenazah 25 juta, transport 7,5 juta, kremasi 45 juta, lain-lain 2,5 juta. Maka keluarga si korban harus membayar 80 juta untuk kremasi. Apakah kau bisa tersenyum saat simpan uangmu di atas penderitaan mayat keluarga orang lain," ucap Hotman dalam video yang diunggah di akun Instagram pribadinya pada Selasa (20/7/2021).

Menurut Hotman, mahalnya biaya kremasi sangat tidak manusiawi di tengah masyarakat Indonesia yang sedang kesulitan ekonomi akibat wabah Covid-19. Dia pun menyinggung pihak rumah duka dan krematorium yang mematok harga selangit.[]