News

Polisi Tegaskan Sanksi Bagi Penambang Ilegal di Bangka Tengah

Polisi memperingati penambang ilegal yang masih membandel agar segera menghentikan aktifitasnya sebelum ditindak secara hukum


Polisi Tegaskan Sanksi Bagi Penambang Ilegal di Bangka Tengah
Aparat Brimob Polda Maluku saat melakukan penyisiran penambang ilegal di lokasi tambang emas Gunung Botak, Kamis (15/12). (TERASMALUKU.com)

AKURAT.CO, Kepolisian Resor Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, memberikan peringatan keras siap menangkap dan memproses hukum para penambang ilegal yang masih membandel.

"Kami sudah memberikan waktu kepada penambang untuk membongkar peralatan tambang dan menghentikan kegiatan ilegal, jika terus membandel maka terpaksa hukum kami tegakkan," kata Kapolres Bangka Tengah, AKBP Slamet Ady Purnomo di Koba, Rabu (14/04/2021).

Hal itu dikemukakannya menyikapi masih ditemukan sekitar 30 unit ponton (alat produksi bijih timah) yang belum dibongkar dan terparkir di tiga lubang tambang (kolong) Kinari, Marbuk dan Pungguk.

"Sebelumnya sudah kami tertibkan dan kami memberikan penegasan kepada penambang bijih timah untuk membongkar dan mengosongkan tiga kawasan tersebut," ujarnya.

Pihaknya mendapatkan informasi bahwa masih ada alat tambang yang belum dibongkar, padahal sebelumnya sudah diberikan peringatan keras.

"Kita akan kembali melakukan penertiban, kami ingin memastikan tiga kawasan itu kosong dari aktivitas penambangan bijih timah ilegal," ujarnya.

Penambangan bijih timah ilegal di kawasan Marbuk, Kinari dan Marbuk sudah berlangsung sejak lama dan sudah sering ditertibkan namun tetap beraktivitas.

"Kita akan terus tertibkan, kawasan itu harus bersih dari aktivitas ilegal untuk mengantisipasi kerusakan lingkungan, bencana alam dan konflik lingkar tambang," ujarnya.[]

Sumber: ANTARA

Erizky Bagus

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu