News

Polisi Tangkap Pasutri yang Edarkan Uang Palsu di Kalideres

Pasutri tersebut diamankan di sebuah rumah kontrakan di jalan marga jaya Rt 03/11 kel. rawa buaya kec. Cengkareng Jakarta barat. 


Polisi Tangkap Pasutri yang Edarkan Uang Palsu di Kalideres
Jajaran Polsek Kalideres Jakarta Barat mengamankan Pasutri (pasangan suami istri) yang memalsukan uang rupiah dan mengedarkan nya di wilayah Kalideres Jakarta Barat (Humas Polsek Kalideres)

AKURAT.CO, Jajaran Polsek Kalideres Jakarta Barat mengamankan Pasutri (pasangan suami istri) yang memalsukan uang rupiah dan mengedarkannya di wilayah Kalideres Jakarta Barat. 

Pasutri tersebut diamankan di sebuah rumah kontrakan di jalan marga jaya Rt 03/11 kel. rawa buaya Kec. Cengkareng, Jakarta Barat. 

"Kedua pelaku tersebut berinisial MT (35) dan MH (29) di sebuah rumah kontrakan di kawasan Cengkareng Jakarta Barat," ujar Kasi humas Polres Metro Jakarta Barat Kompol Moch Taufik Iksan, Kamis (26/5/2022). 

baca juga:

Dalam kesempatan yang sama, Kapolsek Kalideres AKP Syafri Wasdar mengatakan pasutri yang diamankan tersebut mencetak dan mengedarkan uang palsu kepada para pedagang kecil

"Mereka edarkan dengan membeli sejumlah barang ke toko kelontongan maupun pasar," ujar AKP Syafri Wasdar. 

Orang nomor satu di Polsek Kalideres ini menjelaskan, jadi pelaku membelanjakan dan mengharapkan kembalian. 

"Jadi dia belanjakan sekitar Rp30 ribu atau Rp40 ribu nanti kembaliannya Rp10 ribu. Nah kembaliannya itulah yang dia kumpulkan," kata Syafri. 

Syafri mengatakan awal mula kejadian ini terbongkar pihaknya menerima informasi adanya aksi pemalsuan uang palsu rupiah disebuah rumah kontrakan dikawasan Cengkareng Jakarta Barat 

Setelah menerima informasi tersebut, polisi langsung melakukan penyelidikan guna memastikan akan kebenaran informasi tersebut. 

"Di lokasi tersebut kami berhasil mengamankan beberapa alat bukti yang dipergunakan untuk membuat uang palsu berikut upal yang sudah jadi," kata Syafri

Lanjut AKP Syafri Wasdar, dari hasil penggerebekan tersebut kami mengamankan diantaranya 5 lembar pecahan 50 ribu, 670 lembar kertas bergambar pecahan 50 ribu, 93 lembar kertas bergambar pecahan 20 ribu, 850 lembar kertas minyak (bahan membuat rupiah), 3 helai benang sulam berlogo Bank Indonesia, 2 buah jarum, 1 lembar stiker tertulis BI 50.000,-, 5 buah printer merk EPSON berikut 3 kabel sambungan OTG, 6 buah lem kertas, 4 buah pisau carter dan 1 unit hanphone merk VIVO warna merah type Y91

Dari hasil penyelidikan, pasutri ini telah mencetak uang palsu kurang lebih Rp300 juta.  Para pelaku sudah menjalani praktik uang palsu sudah 6 bulan berjalan

"Sekali produksi tiap Rp30 juta itu dia butuh waktu sekitar 1 minggu sampai dengan 10 hari," tuturnya 

Guna mempertanggung jawabkan atas perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 36 Jo 26 ayat 1 tentang Mata Uang, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 10 tahun, dan denda maksimal Rp10 miliar.[]