News

Polisi Tak Tahu Presiden Bukan Lambang Negara Layak Ditangkap oleh Dirinya Sendiri

UUD 1945 Pasal 35, 36 dan 36A dan 36B, serta UU 24/2009 menyebutkan lambang negara adalah bendera, bahasa, lambang negara, dan lagu kebangsaan.


Polisi Tak Tahu Presiden Bukan Lambang Negara Layak Ditangkap oleh Dirinya Sendiri
Aplikasi media sosial. (AKURAT.CO/Tria Sutrisna)

AKURAT.CO, Tagar 'Jokowi 404: Not Found' menjadi trending topic di Twitter. Selain mural telah dihapus, alasan kepolisian memburu pembuat mural membuat banyak pengguna Twitter mengulas topik itu.

Polisi beralasan pembuat mural dicari karena telah menghina presiden sebagai lambang negara. Padahal merujuk pada UUD 1945 Pasal 35, 36 dan 36A dan 36B, serta UU Nomor 24 Tahun 2009, yang termasuk lambang negara adalah bendera, bahasa, lambang negara, dan lagu kebangsaan.

"Pertanyaan pertama: sejak kapan presiden itu lambang negara?" cuit akun @silsilfani. "Pasal mana di UU tentang simbol dan lambang negara yang mengatur bahwa presiden termasuk di dalamnya?" tulis @makarakumerah.

Pengguna twitter lain coba memberitahu polisi bahwa presiden bukanlah lambang negara. Misalnya disampaikan pemilik akun @NOTASLIMBOY sambil merendah, "Lembaga Kepresidenan (Presiden dan Wapres) adalah lembaga tinggi negara, bukan lambang negara. Gitu pelajaran SMP yg gua terima dulu. Mungkin buku dan guru gua yang salah. Maaf." 

Akun @wildwestraven menilai polisi yang menyebut presiden sebagai lambang negara harus ditangkap karena menyamakan seorang presiden dengan Garuda Pancasila.

"Setahu sy lambang negara kita Garuda Pancasila, bukan Pa Jokowi," "Polisi yang nyebut presiden sebagai lambang negara ini meledek Pa Jokowi mirip burung apa gimana, ya? Parah banget. Layak ditangkap oleh dirinya sendiri," tambahnya.

"Polisi kok sampai gak tahu Presiden itu bukan lambang negara?" tulis Nadirsyah Hosen atau Gus Nadir di akun @na_dirs.

"Salah satu hasil indoktrinasi masa Orde Baru adalah kepercayaan bahwa Presiden itu lambang negara dan karenanya tak boleh dikritik. Mindset ini dulu terus ditanamkan dg menakut2i anak bangsa. Dan gawatnya sampai sekarang masih banyak yg percaya. Dahsyat emang efek OrBa," cuit lain Gus Nadir.

Pengguna twitter lain malah mengaitkan penjelasan polisi itu untuk menyindir Staf KSP Ali Mochtar Ngabalin dan Staf Khusus Mensesneg Faldo Maldini yang dianggap kerap memberikan pernyataan dengan argumentasi ganjil.

"Izin tag @ReflyHZ @zainalamochtar. Mohon penjelasannya tentang presiden lambang negara. #Jokowi404NotFound. Soalnya kalau ngetag @AliNgabalinNew @FaldoMaldini pasti jawabanya bikin jengkel," tulis @AldiHusaini3.

Mural dengan tampilan wajah mirip Presiden Jokowi dengan tulisan di mata '404: Not Found' muncul di Batuceper, Kota Tangerang, Banten. Mural sudah ada sejak beberapa hari lalu namun kini sudah tidak ada lagi. Mural dihapus Polsek, Koramil dan pihak Kecamatan Batuceper dengan cara menutupnya memakai cat warna hitam.

Kepastian dan alasan kenapa pembuat mural diburu diutarakan Kasubbag Humas Polres Tangerang Kota Kompol Abdul Rachim. Menurut Rachim, tindakan pembuatan mural itu dianggap menghina Presiden Jokowi sehingga pihaknya akan jemput bola dalam mengungkap pelaku.

"Tetap dilidik (selidiki) itu perbuatan siapa. Karena bagaimanapun, itu kan lambang negara, ya," kata dia saat dihubungi wartawan, Jumat (13/8/2021).

"Banyak yang tanya tindakan aparat apa? Presiden itu panglima tertinggi TNI-Polri, itu lambang negara. Kalau kita sebagai orang Indonesia, mau pimpinan negara digituin? Jangan dari sisi yang lain kalau orang punya jiwa nasionalis," terang Rachim.[]