News

Polisi Spanyol Bongkar 'Drone Bawah Air' untuk Selundupkan Narkoba

Kapal selam tak berawak itu diyakini mampu membawa muatan 200 kg melintasi Selat Gibraltar yang memisahkan Eropa dari Afrika, jalur penyelundupan narkoba.


Polisi Spanyol Bongkar 'Drone Bawah Air' untuk Selundupkan Narkoba
Ini pertama kalinya Kepolisian Spanyol menemukan kendaraan bawah air yang mampu beroperasi tanpa awak. (Spanish National Police)

AKURAT.CO Polisi Spanyol telah menyita 3 drone bawah air yang dirakit untuk menyelundupkan narkoba melalui laut dari Maroko. Kapal selam tak berawak itu diyakini mampu membawa muatan hingga 200 kg.

Dilansir dari BBC, 8 orang telah ditangkap di Cadiz, Malaga, dan Barcelona, setelah penyelidikan 14 bulan. Polisi mengaku telah menggerebek geng yang dicurigai merakit transportasi dan memasoknya ke penyelundup narkoba di seluruh Eropa. Menurut polisi Spanyol, ini pertama kalinya mereka menemukan kendaraan bawah air yang mampu beroperasi tanpa awak.

"Dengan perangkat ini, pengedar narkoba dapat mengangkut narkoba dalam jumlah besar dari jarak jauh melintasi Selat Gibraltar," kata polisi.

baca juga:

Selat Gibraltar adalah jalur sempit yang memisahkan Maroko dari Spanyol.

Salah satu kapal selam telah selesai dibuat, sedangkan 2 lainnya masih dalam perakitan. Sepasang yang belum selesai dirakit itu diyakini akan dikirim ke geng Prancis untuk menyelundupkan kokain.

Otoritas juga menyita 14 kg ganja kering, 8 kg mariyuana, uang tunai lebih dari 157.300 euro (Rp2,4 miliar), dan 6 drone udara besar.

Dibongkar Polisi Spanyol, Drone Bawah Air Jadi Alat Canggih Baru Penyelundup Narkoba - Foto 1
Spanish National Police

Berbekal sistem navigasi GPS, transportasi itu berpotensi dioperasikan oleh pengedar narkoba dari mana saja di dunia menggunakan gawai internet sesederhana tablet.

Di antara mereka yang ditangkap, terdapat seorang ayah dan putranya. Menurut polisi, salah satu dari mereka adalah pilot helikopter berkualifikasi, sehingga memiliki pengetahuan teknis yang dibutuhkan untuk membuat kendaraan canggih tersebut.

Otoritas mengeklaim geng itu spesialis dalam merakit berbagai macam kendaraan udara, darat, dan laut yang ditujukan khusus untuk mengangkut narkoba. Mereka dituduh memasok perangkat itu ke organisasi kriminal di Denmark, Italia, Prancis, dan Spanyol.