News

Polisi Sewa 2 PSK Sekaligus Buat Tangkap Mucikari, Begini Kronologisnya

Polisi mengamankan mucikari berinisial JR di di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.


Polisi Sewa 2 PSK Sekaligus Buat Tangkap Mucikari, Begini Kronologisnya
Hubungan seksual suami istri (Freepik)

AKURAT.CO, Aksi penyamaran polisi untuk menangkap mucikari di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur membuahkan hasil. JR (41) berprofesi sebagai mucikari yang menjual dua wanita di Kota Balikpapan akhirnya ditangkap.

Kasat Reskrim Polresta Balikpapan Kompol Rengga Puspo Saputro menuturkan, pelaku menjual wanita melalui aplikasi chatting WhatsApp.

“Dia (pelaku) bertransaksi melalui aplikasi WhatsApp (WA)," ungkap Kompol Rengga sebagaimana dilansir AKURAT.CO dari PMJnews, Selasa (29/6/2021).

Rengga menjelaskan kronologis penangkapan JR. Mulanya, polisi mendapat nomor WA JR. Selanjutnya, anggota menyamar sebagai pria hidung belang. Anggota memesan layanan jasa seks kepada JR.

Setelah itu, JR mematok harga PSK yang dimilikinya. Harganya Rp1,5 juta untuk satu wanita dan Rp3 juta untuk dua PSK.

"Setelah sepakat dengan harga layanan, JR menyanggupi serta mengatakan ada wanita berusia 24 dan 29 tahun yang akan datang ke kamar hotel pemesan," ungkap Rengga.

Tidak lama kemudian, JR bersama dua wanita datang ke tempat yang disepakati. Namun, sesampainya di lokasi, JR bersama dua wanita langsung ditangkap.

"Pelaku ini akan dijerat Pasal 2 atau Pasal 9 UU RI No 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang atau Pasal 296 KUHP atau 506 KUHP dengan ancaman pidananya berupa penjara enam tahun," tandasnya.

Masih kata Rengga, prostitusi atau penawaran dan pemberian layanan seks tergolong dalam perdagangan orang. JR sendiri mengaku mendapat Rp200 ribu dari satu wanita.

Jauh sebelum itu, Tenaga Kerja Ahli Kantor Staf Presiden (KSP), Erlinda pernah menyampaikan bahwa kasus kekerasan dan ekspoitasi kepada anak menjadi kasus yang harus disikapi serius.

"Karena ini adalah kejahatan kemanusiaan. Tidak hanya eksploitasi ekonomi, tapi di situ ada kejahatan seksual dan seumur hidup mereka akan merasa hal-hal yang buruk," terang Erlinda beberapa waktu lalu.

Erlinda meminta semua pihak berani memutus mata rantai prostitusi. Dia berharap masyarakat tidak takut dengan beking mucikari.

"Tidak peduli siapa pun di belakang oknum-oknum mucikari ini, oknum-oknum pemilik hotel ini siapa pun mereka jangan pernah kita kalah akan hal-hal seperti itu," tuntasnya.[]