News

Polisi Selidiki Video Rasisme yang Menunjukkan Kelompok Yahudi Diludahi di London

Belum diketahui secara pasti apa yang mendahului insiden itu. 


Polisi Selidiki Video Rasisme yang Menunjukkan Kelompok Yahudi Diludahi di London
PM Inggris, Boris Johnson ikut mengutuk 'serangan anti-Semit' pada remaja Yahudi yang merayakan Hanukkah di bus Oxford Street (Yahoosport)

AKURAT.CO, Polisi Metropolitan (Met) London sedang menyelidiki sebuah video yang menunjukkan sejumlah pria melakukan pelecehan terhadap sekelompok orang Yahudi yang merayakan Hanukkah awal pekan ini.

Dilaporkan, video difilmkan pada Senin (29/11) dari dalam sebuah bus selama perayaan yang dinamai 'Hanukkah party on the Wheel'. Saat insiden berlangsung, bus tengah berada di pusat kota London, Oxford Street. 

Belum diketahui secara pasti apa yang mendahului insiden itu. 

Namun, dalam rekaman yang diperlihatkan CNN, para penumpang Yahudi itu mengalami dugaan rentetan pelecehan anti-Semit. Dalam video tersebut, para penumpang terdengar mengatakan "kami adalah orang Yahudi" dan "kami harus pergi. Namun, sejumlah pria terus menerus mengejar bus dan melakukan aksi pelecehan. Dalam sebuah momen, terlihat beberapa pria berulang kali meludahi bus. Sementara, yang lain terlihat mengacungkan tangan hingga memukul-mukul bus yang ingin menjauh dengan sepatunya.

Dalam sebuah pernyataan pada Kamis (2/12), Kepolisian Met telah memperlakukan insiden itu sebagai kejahatan rasial. Tidak ada cedera yang dilaporkan dan tidak ada penangkapan yang dilakukan, kata mereka.

"Penghuni bus adalah orang Yahudi dan pelecehan yang ditujukan kepada mereka diduga bersifat antisemit," kata pernyataan Met, menambahkan bahwa polisi dipanggil pada saat kejadian dan petugas dikerahkan. Namun, ketika polisi sedang dalam perjalanan, bus meninggalkan lokasi untuk menghindari konfrontasi lebih lanjut.

Keterangan soal kasus pelecehan rasial juga telah disampaikan Rabi Shneor Glitsenstein, yang saat itu ikut berada di dalam bus. Dalam pernyataannya, Glitsenstein menggambarkan insiden sebagai 'serangan antisemitisme yang fanatik'.

"Biar saya perjelas: Pada Senin malam kami diserang di jalan-jalan London karena menjadi Yahudi dan merayakan Hanukkah. Sementara bus kami tidak memuat referensi ke Israel, kami jelas-jelas adalah kelompok Yahudi. Para pemuda itu yang mengelilingi kami tidak terlibat dalam protes politik; ini adalah serangan anti-Semit yang fanatik di jantung kota London, di mana insiden dilihat oleh puluhan lainnya, yang (hanya) berdiri diam," kata Glitsenstein dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan oleh Chabad Israel Center Golders Green.

Rabi itu mengatakan bahwa sekitar 40 orang muda telah berkumpul untuk menandai malam kedua Hanukkah di atas sebuah bus yang terbuka. Saat itu, para pemuda merayakan Hari Raya itu dengan riang dan menari di atas bus di Oxford Street. Kata Glitsenstein, malam itu langsung berubah menjadi masam setelah sekelompok pria mendekati para pemuda Yahudi dan mulai melakukan serangan terhadap mereka.

"Mereka (para pria) dengan cepat menjadi agresif dan mulai membuat gerakan tidak senonoh dan meneriakkan 'Bebaskan Palestina!'" kata Glitsenstein, menambahkan bahwa segera setelah kelompoknya kembali ke bus, para pria itu mulai meneriakkan kata-kata kotor, melempari setidaknya satu proyektil di bagian atas bus, meludahi bus, dan menggedor jendela dengan sepatu mereka.

Setelah bus melaju, Hanukkah party on the Wheel berlanjut, tambah Glitsenstein.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson juga telah angkat bicara dan menyangkan peristiwa pada Senin malam itu. Ia pun menggambarkan rekaman sebagai 'hal yang mengganggu'.

"Rasisme dalam bentuk apa pun tidak akan pernah ditoleransi dalam masyarakat kami dan kami akan terus melakukan semua yang kami bisa untuk membasminya," kata Johnson dalam sebuah tweet pada Kamis.

Sementara itu, Walikota London Sadiq Khan lebih dulu mentweet soal keprihatinannya atas insiden yang menimpa kelompok Yahudi di Inggris.

Dalam cuitannya pada Rabu (1/12), Khan mengecam insiden dan mengatakan bahwa antisemitisme tidak memiliki tempat di mana pun.

"Antisemitisme tidak memiliki tempat apa pun di masyarakat dan saya benar-benar mengutuk tindakan menjijikkan ini. Tidak ada yang harus mengalami ini. Jika Anda memiliki informasi tentang insiden ini, saya mendorong Anda untuk melaporkannya," katanya. []