News

Polisi Selidiki Kelompok Teroris JI yang Miliki Perkebunan Sawit

Polisi Selidiki Kelompok Teroris JI yang Miliki Perkebunan Sawit
Karopenmas Div Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

AKURAT.CO, Polisi menyelidiki kelompok terduga teroris yang tergabung dalam organisasi Jamaah Islamiyah (JI), pasca penangkapan SA di Magetan, Jawa Timur, Rabu (3/7/2019) lalu. Terduga teroris SA memiliki peranan sebagai bendahara kelompok radikal yang dinamakan JI.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan berdasarkan hasil penyelidikan densus 88 bersama Satgas anti teror dan radikalisme di setiap Polda bahwa penangkapan yang dilakukan saat ini sudah diklasifikasi peran masing-masing dalam jaringan terorisme tersebut.    

"Untuk terduga teroris EW sebagai Amirnya ternyata pengembangan organisasinya semakin bagus, ada deputi umum JI, sekretaris dan bendaraha JI yang kemarin diamankan di Magetan Jawa Timur," kata Dedi di Gedung Divhumas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (12/7/2019).     

baca juga:

Selain itu juga, ada beberapa kurir-kurir JI yang sudah menyiapkan strategi dengan menguasai suatu wilayah yang ada di beberapa daerah dan jumlah pengikut dalam organisasi JI semakin banyak dan modern.       

Sementara wilayah yang menjadi target yang sudah dikuasai oleh terduga teroris JI masih tetap di pulau jawa. Dan pendukung-pendukung perekonomiannya kelompok tersebut ada di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan NTB.        

Polri masih mendalami sejumlah kurir-kurir JI yang ada di baberapa sentra-sentra ekonomi atau perusahaan, baik di perkebunan dan sebagainya. "Jadi yang jelas yang sudah masuk ke dalam kategori kurir itu berarti sudah terpapar paham JI," sambungnya.

"Adapun strateginya antara lain dengan membuat penguasaan wilayah di beberapa daerah, yang dia (kelompoknya) diperkuat karena sudah membentuk organisasi yang lebih modern," ujarnya.        

Kemudian juga, lanjut Jenderal bintang satu ini, dalam organisasi itu ada penyandang dana atau pencari dana yang memiliki basic ekonomi.       

Bahkan kelompok terduga teroris JI yang diidentifikasi melakukan pola rekrutmen yang lebih tertutup.            

"Hasil rekrutmen itu dilatih dan diberikan kesempatan untuk keluar negeri mengikuti langsung praktek perang di Syiria maupun Irak," ucap Dedi.       

Lebih lanjut dikatakannya, kelompok terduga teroris JI juga melakukan propaganda-propaganda dengan menggunakan media baik sosial media maupun media yang dibuat sendiri.         

"Ini semua dalam rangka membentuk satu opini tentang kelompok tersebut," tegasnya.         

Diketahui SA memiliki peranan penting mengelola perkebunan kelapa sawit milik kelompok JI yang dipimpin PW yang berada di Sumatera Utara dan Kalimantan itu merupakan sumber penghasilan kelompok tersebut.   

Sebelumnya Densus 88 Antiteror telah mengamankan lima petinggi kelompok JI, yang berafiliasi dengan kelompok teroris global, Al Qaeda. 

Kelima orang yang ditangkap berinisial PW alias Abang, MY, BS, A, dan BT. Mereka ditangkap pada 29-30 Juni 2019, di daerah Bekasi, Jawa Barat, hingga Ponorogo, Jawa Timur.

Kelompok jaringan JI ini mengembangkan perkebunan sawit sebagai sumber dana untuk kebutuhan operasional, hingga menggaji petinggi organisasi. []

Dedi Ermansyah

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu