News

Polisi Sebut CFW Biang Kerok Kemacetan Lalu Lintas hingga Semanggi

Polisi Sebut CFW Biang Kerok Kemacetan Lalu Lintas hingga Semanggi
Warga memenuhi jalan di kawasan Taman Sudirman, Jakarta, Sabtu (23/7/2023). Kawasan Taman Sudirman yang kini kerap dipanggil dengan istilah kawasan SCBD (Sudirman, Citayam, Bojong Gede, dan Depok) itu menjadi arena peragaan busana amatir di atas jalanan. Mereka berusaha bergaya semenarik mungkin agar dilirik banyak orang. Kegiatan yang digelar bertepatan dengan akhir pekan ini pun sukses memikat warga Jakarta yang ingin menyaksikan suasana kawasan tersebut. AKURAT.CO/Endra Prakoso (Endra Prakoso)

AKURAT.CO Polres Metro Jakarta Pusat tampaknya akan terus melanjutkan upaya sterilisasi area catwalk remaja SCBD di Dukuh Atas. Sterilisasi itu dilakukan untuk memecahkan kerumunan yang ada di sana.

Sebab, kerumunan para model jalanan itu telah menimbulkan kemacetan akut dan mengular. Akibatnya, para pengguna jalan memprotes aksi catwalk di zebra cross Dukuh Atas itu. 

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombespol Komarudin mengatakan, menyikapi fenomena remaja SCBD itu, pihaknya melakukan beberapa tahapan pengamanan. Mulai dari pre-emptive, preventif hingga penegakan hukum bila diperlukan. 

baca juga:

Dia menjelaskan, kegiatan yang digagas remaja asal luar Jakarta itu telah menimbulkan dampak yang luar biasa. Salah satu diantaranya adalah kemacetan lalu lintas, yang bahkan mengular hingga Semanggi.

"Beberapa hari pantauan kami di lapangan hari Jumat mendekati malam Sabtu kemudian juga Sabtu, Minggu, bahkan hingga hari Senin kita pantau bahwa aktivitasnya sangat luar biasa dan berdampak terhadap kemacetan. Pantauan kami ekor kemacetan sampai dengan Senayan, Semanggi, sampai ke arah Dukuh Atas," katanya kepada wartawan di Mapolres Jakarta Pusat, Rabu (27/7/2022). 

Kemacetan itu, kata dia, tak bisa terus dibiarkan. Karena itu, mereka melakukan normalisasi. Normalisasi itu dilakukan dengan cara menempatkan petugas jaga di area zebra cross, Dukuh Atas. Tujuannya agar lalu lintas tetap normal dan CFW tidak mengganggu pengguna jalan. 

"Oleh karenanya kami melakukan upaya normalisasi karena setelah kita pantau simpul kemacetannya itu dari adanya aktivitas di Dukuh Atas. Masyarakat bisa lihat sendiri ada pola arus lalu lintas dari empat lajur dari Jalan Jenderal Sudirman tiba-tiba mengerucut akan berbelok ke arah lokasi Dukuh Atas di bawah itu di sanalah terjadi sumbatan," katanya. 

Upaya itu, kata dia, terbukti manjur. Penutupan kegiatan CFW, terbukti sukses mengurai kemacetan akut di sekitar Dukuh Atas. Dia menegaskan, penutupan kegiatan CFW itu hanya bersifat sementara untuk mengurai kemacetan yang ada. 

"Begitu kita lakukan upaya penutupan sementara, maka alhamdulillah kurang lebih dalam waktu setengah jam bisa dinormalkan kembali dan bisa buka kembali aktivitas," ungkapnya.