News

Polisi Minta Jasa Penagih Hutang Tidak Lakukan Penarikan Motor Secara Paksa


Polisi Minta Jasa Penagih Hutang Tidak Lakukan Penarikan Motor Secara Paksa
Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Arie Ardian. (AKURAT.CO/Gerdiansyah)

AKURAT.CO ,Aksi perampasan sepeda motor yang dilakukan oleh Debt Colector mata elang bukan baru sekali terjadi. Pasalnya, kasus itu sudah sering terjadi di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Arie Ardian mengimbau kepada seluruh perusahaan leasing sepeda motor agar tidak menyalahi aturan saat melakukan penarikan.

"Nanti kita lihat, kita tertibkan jangan sampai nanti terus menjadi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas)," ujar dia Rabu (19/2/2020).

Nantinya, untuk mencegah kejadian serupa pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak perusahaan kredit sepeda motor. Hal ini sebagai bentuk pencegahan penarikan sepeda motor di jalan raya yang bisa menimbulkan perkelahian antar kelompok.

"Kalau memang fidusia (pengalihan hak kepemilikan suatu barang), memang ada ketentuan surat penetapan pengadilan, baru boleh eksekusi (pengambilan barang)," tutur dia. 

Sebelumnya tiga orang Debt colector ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Metro Jakarta Timur karena melakukan penarikan secara paksa dan memukul pemilik motor di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur pada Selasa (18/2/2020).

Ketiganya berinisial R, V dan H dan kini sudah mendekam dibalik jeruji besi Polres Metro Jakarta Timur.[]