Olahraga

Polisi London Selidiki Klaim Perdagangan Orang Mo Farah

Mo Farah mengaku bahwa identitasnya diganti ketika ia dibawa ke Inggris dari Somaliland melalui Djibouti oleh seseorang perempuan yang tak dikenalinya.


Polisi London Selidiki Klaim Perdagangan Orang Mo Farah
Juara olimpiade asal Inggris, Mo Farah, saat beraksi di Maraton London di London, Inggris, Minggu (28/4). (Reuters/Paul Childs)

AKURAT.CO, Kepolisian London, Inggris, telah melakukan penyelidikan terhadap klaim perdagangan orang yang disampaikan oleh pelari juara olimpiade negara tersebut, Sir Mo Farah. Tindakan ini dilakukan setelah Farah menyampaikan pengakuannya sebagai korban perdagangan orang di masa anak-anak kepada publik beberapa hari lalu.

"Kami mengetahui laporan di media tentang Sir Mo Farah. Belum ada laporan yang disampaikan ke Kepolisian London (MPS) saat ini," kata  juru bicara Kepolisian London sebagaimana dipetik dari The Guardian.

"Petugas khusus sudah membuka penyelidikan dan saat ini sedang melihat informasi yang tersedia."

baca juga:

Daily Telegraph memuat pengakuan Farah sebagai korban perdagangan orang ketika ia masih berusia sembilan tahun. Farah mengaku bahwa identitasnya diganti ketika ia dibawa ke Inggris dari Somaliland melalui Djibouti oleh seseorang perempuan yang tak dikenalinya.

"Banyak orang mengenal saya sebagai Farah, tetapi itu bukan nama saya atau bukan seperti itu yang sebenarnya," kata Farah.

"Kisah sebenarnya adalah saya lahir di Somaliland, di utara Somalia, sebagai Hussein Abdi Kahin. Terlepas dari semua yang sudah saya katakan di masa lalu, orang tua saya tidak pernah tinggal di Inggris."

Ketika tinggal bersama pasangan suami-istri yang menampungnya dari Somalia, Farah mengatakan bahwa ia dipaksa mengerjakan pekerjaan rumah tangga dan mengasuh anak. Ia kemudian diselamatkan oleh guru Pendidikan Jasmani di sekolahnya, Alan Watkinson, yang membantunya mendapatkan kewarganegaraan Inggris.

Pelari kelahiran 23 Maret 1982 itu memutuskan untuk menyingkapkan identitas asli dan pengalaman masa kanak-kanaknya setelah ia didorong oleh anak-anaknya. 

"Saya menyimpannya sejak lama, menyulitkan karena Anda tidak ingin menghadapinya dan seringkali ketika anak-anak saya bertanya, 'Dad, kenapa bisa begini?' Dan Anda selalu punya jawaban untuk semuanya, tetapi Anda belum punya jawaban soal (identitas asli) itu," tutu Farah.

Pada 2017, Farah mendapatkan gelar kebangsawanan dari Kerajaan Inggris yang membuatnya berhak menyandang gelar "Sir". Penghargaan itu diberikan kepada Farah setelah ia meraih medali emas lari 5.000 meter dan 10.000 meter di Olimpiade London 2012 dan Rio 2016.[]