News

Polisi Kembali Tetapkan Satu tersangka Pengeroyokan Kakek 89 Tahun

Penyidik Polda Metro Jaya kembali menetapkan satu orang tersangka terkait kasus pengeroyokan yang menyebabkan pria lanjut usia (lansia) Wiyanto Halim (89).


Polisi Kembali Tetapkan Satu tersangka Pengeroyokan Kakek 89 Tahun
Ilustrasi tersangka (AKURAT.CO/Ryan)

AKURAT.CO, Penyidik Polda Metro Jaya kembali menetapkan satu orang tersangka terkait kasus pengeroyokan yang menyebabkan pria lanjut usia (lansia) Wiyanto Halim (89) meninggal dunia. Wiyanto merupakan pengemudi mobil yang diteriaki maling.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan menjelaskan bahwa ada tersangka baru berinisial F, usianya masih 19 tahun. Ia ditetapkan sebagai tersangka atas perannya yang turut melakukan pengrusakan terhadap mobil korban.

"Satu tersangka baru dalam kasus lansia yang tewas dikeroyok," ujar Zulpan, Sabtu (29/1/2022).

baca juga:

Dengan penetapan tersangka terhadap F, hingga saat ini pihak kepolisian telah menetapkan enam orang sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

"Jadi enam tersangka sekarang," ucap Zulpan.

Polisi mengungkap bahwa motif mereka melakukan pengeroyokan yang menewaskan Wiyanto Halim adalah akibat adanya provokasi teriakan maling. Keenam tersangka itu diantaranya berinisial  TB (21), JI (23), RYN (23), MA (23), MJ (18) dan F (19).

Tim Penasihat hukum keluarga Wiyanto Halim, Freddy Y. Patty, mengatakan pihak keluarga hingga kini masih berduka dan menyesali peristiwa pengeroyokan itu terjadi.

"Masih terpukul, masih nangis-nangis. Harapan kami para provokator ini bisa tertangkap, para pelaku ini bisa tertangkap," tandasnya.

Ia mengatakan pihak keluarga korban didampingi kuasa hukum juga telah mendatangi Polres Metro Jakarta Timur untuk membahas perkembangan penyidikan kasus.

"Kami datang hari ini mengenai tersangka itu saja. Perkembangan-perkembangan yang mungkin terjadi, kita masih menunggu hasil penyelidikan, kita berdoa supaya tuntas semuanya, ujar Freddy.

Sebelumnya, seorang kakek pengemudi mobil bernama Wiyanto Halim (89) tewas dikeroyok sejumlah orang tak bertanggung jawab di Pulogadung, Jakarta Timur. Peristiwa yang terjadi pada Minggu (23/1/2022) ini lantaran kakek dikira maling.

Atas peristiwa nahas yang menimpa pada Wiyanto Halim tersebut, anak kakek pengemudi mobil tersebut, Bryna, mengaku tak terima.

“Intinya saya dari keluarga itu tidak menerima papa meninggal dalam keadaan mengenaskan kayak gini, kita minta keadilan,” ungkap Bryna di rumah duka Grand Heaven Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (24/1/2022).

Bryna meminta kepada aparat kepolisian supaya mengusut tuntas para pelaku pengeroyokan ayahnya yang sudah lama menderita gangguan pendengaran tersebut.

“Kalau sudah meninggal gitu kita dapat apa? Bagaimana cara ngusut tuntas ini? Bantu saya mem-blow up untuk sampai ke pemerintah kita. Bantu saya untuk mengusut semuanya,” ujar Bryna.[]