News

Polisi India Tangkap 28 Pelaku Pemerkosaan Massal Terhadap Remaja 15 Tahun

Korban berulang kali diperkosa beramai-ramai selama sekitar sembilan bulan


Polisi India Tangkap 28 Pelaku Pemerkosaan Massal Terhadap Remaja 15 Tahun
Ilustrasi kasus pemerkosaan. (India Today)

AKURAT.CO, Pihak berwenang di India sedang menyelidiki kasus di mana seorang gadis berusia 15 tahun berulang kali diperkosa beramai-ramai selama sekitar sembilan bulan. Kini, 28 pelaku telah ditangkap oleh kepolisian Mumbai, dan tim investigasi khusus telah dibentuk untuk penyelidikan.

Menurut media lokal, peristiwa pemerkosaan dimulai pada Januari lalu, di mana korban diperkosa oleh teman lelakinya dan insiden itu direkam. Pelaku dan teman-temannya lantas memeras korban dengan rekaman itu dan memaksanya untuk berhubungan intim dengan mereka. 

Pihak berwenang mengatakan pemerkosaan massal itu terjadi di berbagai pinggiran kota Mumbai, termasuk Dombivili, Badlapur, Murbad dan Rabale.

Gadis itu akhirnya melaporkan kasus tersebut ke polisi pada Rabu (23/9) malam waktu setempat. Dalam laporan itu, korban secara total menyebutkan 33 pelaku. Korban juga mengaku mengetahui hampir semua identitas para pelaku tersebut.

"Semuanya berawal ketika teman gadis itu memperkosanya pada Januari tahun ini. Pelaku membuat video aksi kriminal tersebut. Dia mulai memerasnya dengan video itu. Kemudian, teman-teman dan kenalannya memperkosanya secara beramai-ramai setidaknya empat hingga lima kali di tempat yang berbeda, termasuk Dombivili, Badlapur, Murbad dan Rabale di distrik itu," kata Dattatray Karale, Komisaris Tambahan Polisi seperti dikutip dari Times Now News.

Kasus pemerkosaan massal acap kali dilaporkan di India. Hingga pada 2012 lalu, kasus pemerkosaan seorang wanita yang secara luas dikenal sebagai Nirbhaya menggegerkan komunitas internasional.

Insiden itu terjadi ketika Jyoti Singh, seorang wanita magang fisioterapi berusia 23 tahun, dipukuli, diperkosa, dan disiksa di dalam bus tempat ia bepergian dengan teman prianya. 

Ada enam orang lain di dalam bus, termasuk sopir, yang semuanya memperkosa wanita itu dan memukuli temannya. Sebelas hari setelah penyerangan, dia dipindahkan ke rumah sakit di Singapura untuk perawatan darurat tetapi meninggal dua hari kemudian.

Kasus yang menyebabkan kemarahan global itupun langsung memicu India untuk meluncurkan undang-undang ketat untuk menangani kejahatan yang bersifat seksual. Undang-undang itu setidaknya berhasil meningkatkan pengawasan terhadap para predator pelaku seksual. Namun, kasus perkosaan dinilai masih marak terjadi.

Pada tahun 2020, Biro Catatan Kejahatan Nasional India mencatat 28.046 kasus pemerkosaan - atau hampir 77 kasus sehari.

Para pegiat mengatakan jumlah sebenarnya jauh lebih tinggi karena banyak yang yang tidak melaporkan kasusnya. Ini terutama karena pemerkosaan masih dipandang sebagai hal yang tabu oleh banyak orang di India. []