News

Polisi Gelar Rekonstruksi Lanjutan Kasus Pembunuhan Hakim PN Medan Jamaluddin


Polisi Gelar Rekonstruksi Lanjutan Kasus Pembunuhan Hakim PN Medan Jamaluddin
?Tim penyidik Polda Sumatera Utara dan Polrestabes Medan kembali melakukan reka adegan kasus pembunuhan berencana terhadap hakim Jamaluddin. (AKURAT.CO/Muhlis)

AKURAT.CO, Tim penyidik Polda Sumatera Utara dan Polrestabes Medan kembali melakukan reka adegan kasus pembunuhan berencana terhadap hakim Jamaluddin. Pada rekonstruksi lanjutan tersebut, tersangka Jefri Pratama dan Reza Pahlevi membuang sejumlah barang bukti setelah membuang jasad korban.

Reka pertama, para tersangka yang mengendarai sepeda motor,  membuang barang bukti sarung tangan yang digunakan saat mengeksekusi hakim Jamaluddin. Sarung tangan dibuang tidak jauh dari lokasi pembuangan jasad korban bersama mobil yakni di perkebunan sawit Desa Suka Dame, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

"Para tersangka membuang sarung tangannya yang jaraknya tidak jauh dari lokasi jasad dan mobil korban dibuang," ujar penyidik membacakan reka adegan, Selasa (21/1/2020).

Reka kedua dilakukan di sebuah jembatan di Jalan Selam Tani, Kecamatan Kutalimbaru, tepatnya di sebuah jembatan biru, keduanya membuang dua unit handphone yang mereka gunakan dalam mengeksekusi korban.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Medan, Ajun Komisaris Besar Polisi Maringan Simanjuntak mengatakan, rekonstruksi lanjutan ini fokus terkait pembuangan sejumlah barang bukti oleh dua tersangka yakni Reza Pahlevi dan Jefri Pratama.

"Hari ini kita melaksanakan rekonstruksi lanjutan dan yang terkahir. Pertama kita lakukan di jembatan Desa Namorih, dimana tersangka membuang sarung tangan, dan di jembatan para tersangka membuang handphone," kata Ajun Komisaris Besar Polisi Maringan.

Dikatakan Maringan Simanjuntak, para tersangka membuang dan menghilangkan barang bukti setelah membuang jasad korban di perkebunan sawit.

"Namun meskipun barang bukti dihilangkan dengan dibakar, tapi kita punya saksi yang melihat para pelaku keluar dari lokasi pembuangan jasad korban," ungkapnya.[]