News

Polisi Diminta Gerak Cepat Proses Hukum Kasus HRS dan Tewasnya Laskar FPI


Polisi Diminta Gerak Cepat Proses Hukum Kasus HRS dan Tewasnya Laskar FPI
Imam Besar PFI Habib Rizieq Shihab dikawal oleh para laskar saat tiba di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (10/11/2020). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Pemerhati politik, Rustam Ibrahim berpendapat bahwa belakangan ini di media sosial hangat dengan kasus terbunuhnya 6 laskar khusus Front Pembela Islam (FPI). 

Selain itu, kasus baku tembak dengan pihak kepolisian juga menjadi perbincangan di media sosial menimbulkan opini publik masing-masing dalam melihat kasus tersebut.

Untuk itu, Rustam Ibrahim mengingatkan agar tidak terhasut dan terbawa opini orang lain sebelum semuanya terungkap.

"Hati-hati ini "perang" merebut opini publik di medsos dalam kasus terbunuhnya 6 pengawal MRS sedang berlangsung. Tentunya tidak terkecuali senjata-senjata hoax san semburan api kebohongan ikut diluncurkan. Jangan terpengaruh, percaya hati nurani anda masing-masing. Kebenaran objektif akan terungkap!" kata dia di akun Twitter @RustamIbrahim, yang dipantau AKURAT.CO, Jumat (11/12/2020).

Selain itu, kata dia, yang menyedihkan masih ada saja kaum intelektual, terutama yang berubah jadi politisi/aktivis memainkan politik pasca-kebenaran untuk mendapatkan bayaran atau memenangkan kekuasaan.

"Menurut saya mereka berpikir untuk diri sendiri, tidak memikirkan bagaimana generasi mendatang menjalani kehidupan," katanya.

Maka, Rustam Ibrahim meminta pihak kepolisian untuk bergerak cepat dalam proses hukum pentolan FPI Habib Rizieq Shihab dan transparan dalam menindak kasus  baku tembak 6 laskar FPI dengan polisi.

"Polisi perlu lebih cepat memproses hukum kasus MRS dkk., termasuk penjelasan yang lebih detail dan transparan soal kasus terbunuhnya 6 pengawal MRS. Jika publik lama menunggu, "perang" memenangkan opini akan semakin meningkat, terutama di medsos dan WA group. @DivHumas_Polri," ujarnya.

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran memastikan akan menangkap Habib Rizieq Shihab Cs setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pelanggaran kekarantinaan kesehatan. 

"Penyidik Polda Metro Jaya akan melakukan penangkapan saya ulangi terhadap para tersangka penyidik Polda Metro Jaya akan lakukan penangkapan," kata Fadil Imran dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Kamis (10/12/2020).   

Senada dengan pernyataan itu, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengatakan pihaknya telah mencekal Habib Rizieq Shihab agar tidak bepergian ke luar negeri selama 20 hari.[]