News

Polisi Dalami Motif Pelaku Penganiayaan Pakai Pelat Palsu RFH

Pelat nomor kendaraan seri RFH memang bisa digunakan oleh pejabat negara maupun warga sipil yang memiliki kedudukan dan pejabat eselon tertentu


Polisi Dalami Motif Pelaku Penganiayaan Pakai Pelat Palsu RFH
Aksi pemukulan yang dilakukan oleh seorang pengemudi mobil berpelat RFH. (Instagram/@dashcam_owners_indonesia)

AKURAT.CO, Pelat nomor RFH yang digunakan oleh pelaku penganiayaan Justin Frederick ternyata palsu. Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya sudah memeriksanya.

Dari hasil pemeriksaan, data yang dimiliki Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya pelat B 1146 RFH bukan dimiliki Nissan X-Trail abu-abu, melainkan digunakan oleh kendaraan sedan.

"Jadi untuk kelengkapan kendaraan Nissan X-Trail warna abu-abu ini sampai saat ini belum ada dokumen yang bisa ditunjukkan kepada penyidik. Kita masih dalami untuk kepemilikan kendaraan ini, nanti kita informasikan lebih lanjut," ujar Kabid Humas Polda Metro Kombes Endra  Zulpan.

baca juga:

Kini, mobil Nissan yang dipakai oleh pelaku telah disita. Polisi pun menyebut Ali Fanser belum memberikan kelengkapan surat-surat kendaraannya.

"Jadi untuk kelengkapan kendaraan, sampai saat ini belum ada dokumen yang bisa ditunjukkan kepada penyidik, kita masih dalami," kata Zulpan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (6/6/2022). 

Mantan Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan ini mengatakan pelat nomor kendaraan seri RFH memang bisa digunakan oleh pejabat negara maupun warga sipil yang memiliki kedudukan dan pejabat eselon tertentu. Namun ada mekanisme kepemilikan yang diatur undang-undang.

"Di luar pelat yang biasa dipakai masyarakat ada juga pelat rahasia dan juga pelat khusus, atau pelat bantuan seperti ini, RFH.," katanya. 

"Jadi memang setiap RF, belakangnya itu, H, atau P, atau apa itu ada kode sendiri yang kepolisian tahu jadi itu digunakan oleh pejabat negara dan orang sipil yang memiliki kedudukan, pejabat eselon tertentu dan juga ada mekanisme proses yang diatur dalam undang-undang untuk memperoleh pelat itu," sambungnya. 

Kini, polisi tengah mendalami motif pemakaian pelat RFH dalam kasus ini. 

"Motif yang pakai pelat RFH ini sedang kita dalami," lanjut dia. 

Lebih lanjut, Zulpan mengimbau masyarakat untuk tidak sembarangan menggunakan pelat khusus ini, karena masuk ke dalam kasus pemalsuan. Polisi memastikan akan rutin merazia kendaraan-kendaraan yang menggunakan pelat palsu.

"Tentunya kami mengimbau kepada masyarakat agar semua masyarakat yang menggunakan kendaraan yang ada di tol area agar mengikuti ketentuan dan peraturan berlalulintas yang benar kemudian berkendara yabg benar," tutupnya.