News

Polisi Buru Pembuat Mural Jokowi '404 Not Found', Fadli Zon: Jangan Lebay!

Fadli Zon meminta pihak kepolisian tidak perlu berlebihan dalam menyikapi mural mirip Presiden Jokowi.


Polisi Buru Pembuat Mural Jokowi '404 Not Found', Fadli Zon: Jangan Lebay!
Wakil Ketua DPR Fadli Zon mendengarkan penjelasan dari terdakwa kasus dugaan pelanggaran UU ITE Buni Yani saat melakukan pertemuan di Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Kamis (2/11). Pertemuan tersebut guna menyampaikan perkembangan kasus dan rencana mengundang Fadli Zon hadir dalam sidang putusan di Pengadilan Negeri Bandung pada 14 November mendatang (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra Fadli Zon meminta pihak kepolisian tak perlu berlebihan alias lebay dalam menyikapi mural mirip Presiden Jokowi yang matanya ditutupi tulisan "404 Not Found".

"Tak usah berlebihan tanggapi mural, lukisan, poster, meme dan ekspresi seni lainnya. Itu bagian dari ekspresi budaya," kata Fadli di Twitter pribadinya @fadlizon, Minggu (15/8/2021).

Menurut Fadli, dengan adanya sikap kepolisian yang seperti itu justru memperlihatkan bahwa negara seolah makin represif. "Justru respons berlebihan mereduksi hak rakyat untuk menyatakan sikap/pendapat atau kemerdekaan berekspresi. Lagi pula presiden bukan lambang negara. Katanya demokrasi," tulisnya.

Senada dengan Fadli, politikus Partai Demokrat Andi Arief juga menyorot hal itu. Dia menilai mural ini merupakan perlawanan masyarakat, tak hanya mural saja tapi ada beberapa protes dalam bentuk turun ke jalan.

"Protes masyarakat sudah dalam berbagai bentuk, ada yang aksi jalanan, ada yang video tiktok dan vlog, ada aksi grafiti sampai ada yang mempertontonkan bikini. Semua ingin Pak Jokowi dan pemerintah mau mendengar, karena ini perlawanan sudah menggunakan hati," ujar @Andiarief__

Mural dengan tampilan wajah mirip Presiden Jokowi dengan tulisan di mata '404: Not Found' muncul di Batuceper, Kota Tangerang, Banten. Mural sudah ada sejak beberapa hari lalu namun kini sudah tiada. Mural dihapus Polsek, Koramil dan pihak Kecamatan Batuceper dengan cara menutupnya memakai cat warna hitam.

Kepastian dan alasan kenapa pembuat mural diburu diutarakan Kasubbag Humas Polres Tangerang Kota Kompol Abdul Rachim. Menurut Rachim, tindakan pembuatan mural itu dianggap menghina Presiden Jokowi sehingga pihaknya akan jemput bola dalam mengungkap pelaku.

"Tetap dilidik (selidiki) itu perbuatan siapa. Karena bagaimanapun, itu kan lambang negara, ya," kata dia saat dihubungi wartawan, Jumat (13/8/2021).

"Banyak yang tanya tindakan aparat apa? Presiden itu panglima tertinggi TNI-Polri, itu lambang negara. Kalau kita sebagai orang Indonesia, mau pimpinan negara digituin? Jangan dari sisi yang lain kalau orang punya jiwa nasionalis," kata Rachim.[]