News

Polisi Beberkan Isi Pesan Terakhir Pedagang Surabi Sebelum Bunuh Diri

Korban sehari-hari dikenal sebagai pedagang surabi di kawasan wisata kuliner bekas terminal Sudirman Kota Sukabumi.


Polisi Beberkan Isi Pesan Terakhir Pedagang Surabi Sebelum Bunuh Diri
Ilustrasi gantung diri. (Dok. AKURAT.CO)

AKURAT.CO, Warga Perbata di Jalan Arif Rahman Hakim Kota Sukabumi, Kamis siang, 12 Mei 2022 heboh dengan temuan pria tewas tergantung. Korban sehari-hari dikenal sebagai pedagang surabi di kawasan wisata kuliner bekas terminal Sudirman Kota Sukabumi.

Kapolsek Warudoyong Kompol Budi Setiana menuturkan korban adalah RO (30 tahun) ditemukan tewas tergantung di bawah tangga tempat tinggalnya. Menurut keterangan saksi sekitar pukul 12.15 WIB, ia sengaja mendatangi RO, karena tidak melihat korban beraktivitas sejak hari Rabu, 11 Mei 2022.

Saksi mendatangi rumah yang ditempati korban, namun pagar depan masih dalam keadaan digembok.  "Karena dipanggil tidak ada respon. Saksi berusaha masuk ke bangunan tersebut dari bagian atas, dengan lebih dulu naik tembok rumah disebelahnya," kata Budi

baca juga:

Saat mencari keberadaan korban dengan terus memanggil namanyanya, saksi menemukan RO tergantung di pegangan besi tangga bagian bawah. "Saksi  kemudian berlari keluar mencari ketua RT dan langsung menghubungi pihak kepolisian," tutur Kapolsek Warudoyong.

Petugas yang datang ke lokasi kejadian bersama unit identifikasi Polres Sukabumi Kota kemudian melakukan olah TKP dan membawa jenazah korban ke RSUD R Syamsudin SH. "Hasil pemeriksaan belum diketahui menunggu hasil dokter forensik. Dari pemeriksaan fisik luar tidak ditemukan tanda kekerasan," ungkap Kompol Budi Setiana.

Menurut Budi, korban sehari-hari bekerja di lokasi wisata kuliner bekas terminal sudirman, di lapak surabi. Korban tinggal di salah satu bangunan (rumah) pemilik usaha.

"Korban informasi berasal dari Bali. Kami temukan surat wasiat, ditujukan kepada pemilik rumah sekaligus usaha tempat korban bekerja. Intinya permintaan maaf jika selama bekerja ada kekurangan dan korban mengakui sudah memakai uang usaha sebesar Rp200 ribu rupiah," beber Kapolsek Warudoyong.[]

Lihat Sumber Artikel di Sukabumi Update Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Sukabumi Update.Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Sukabumi Update .