News

Polisi Bakal Tingkatkan Patroli Untuk Antisipasi Balap Liar

Hal ini menyusul banyaknya laporan masyarakat akan adanya balap liar di sejumlah lokasi


Polisi Bakal Tingkatkan Patroli Untuk Antisipasi Balap Liar
Ilustrasi Balap Liar (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Aksi balap liar sudah sering kali ditindak oleh aparat kepolisian di wilayah hukum Polda Metro Jaya sejak beberapa tahun belakangan.

Tak sedikit pelaku balap liar ini ditindak oleh aparat kepolisian, mulai dari tilang, penahanan kendaraan sampai pembinaan kepada joki balap liar.

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya sudah mengantisipasi aksi tersebut dengan menurunkan personel mereka secara rutin untuk berpatroli dan menempatkan di sejumlah titik rawan balapan. Terutama di kawasanTentara Pelajar, Jakarta Selatan dan wilayah lainnya.

Kasubdit Bin Gakkum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, AKBP Fahri Siregar mengatakan, jika memang aksi balap liar ini marak lagi terjadi di wilayah hukum, maka ia akan mengambil langkah tegas.

"Kita akan tingkatkan patroli untuk antisipasi balap liar," tutur Fahri kepada AKURAT.CO Sabtu (12/6/2021).

Fahri meyakini dengan adanya patroli dan menempatkan anggota di titik rawan balap liar, para pelaku tidak akan berani lagi karena takut ditangkap polisi.

Apalagi, kalau kendaraan yang dipakai untuk balap liar tidak dilengkapi dengan surat-surat, sudah pasti akan dikandangkan di Kantor Polisi.

"Tentu kita akan mengedepankan tindakan preemtif yaitu beri imbauan," tegas dia.

Fahri meminta kepada masyarakat tidak lagi menggelar aksi balap liar di wilayah hukumnya karena menganggu kenyamanan orang lain.

Apalagi, aksi balap liar ini bisa merugikan diri sendiri apabila mengalami kecelakaan.

Sebab, bukan hanya kendaraannya saja yang hancur, tapi nyawa pun bisa ikut melayang saat kecelakaan balap liar terjadi.

Jika tidak tewas, pastinya pelaku balap liar ini akan mendapatkan perawatan medis di rumah sakit, hingga kemunkinan mengakibatkan cacat pada dirinya.

"Maka kami akan teru patroli dengan berikan imbauan, apalagi saat ini sedang Pandemi tidak boleh kumpul-kumpul," tutup dia.[]