News

Polisi Bakal Periksa Kejiwaan 'Jenderal' Kekaisaran Sunda Nusantara

Penyidik Polda Metro Jaya akan melakukan pemeriksaan kejiwaan Rusdi. 


Polisi Bakal Periksa Kejiwaan 'Jenderal' Kekaisaran Sunda Nusantara
Kendaraan Kekaisaran Sunda Nusantara

AKURAT.CO, Rusdi Karepesina (55) seorang pengendara mobil mewah Mitsubishi Pajero Sport dengan plat nomor SN 45 RSD mengaku kepada Anggota Lalu Lintas Polda Metro Jaya sebagai Jenderal Kekaisaran Sunda Nusantara.

Direktur Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo mengatakan, saat dilakukan penindakan, Rusdi tidak bisa menunjukan surat kendaraan. Dia malah mengeluarkan SIM dan STNK terbitan Kekaisaran Sunda Nusantara.

Sehingga, polisi melakukan penindakan berupa penilangan karena tidak bisa menunjukan surat kendaraan.

"Pertama dia tidak menggunakan tanda nomor kendaraan bermotor sebagaimana dikeluarkan Polri yaitu padal 280 UU LLAJ. Ketika ditanya STNK malah dia menujukkan STNK dari Kekaisaran Sunda Nusantara," ucap dia, Rabu (5/5/2021).

Masih kata Sambodo, penyidik Polda Metro Jaya akan melakukan pemeriksaan kejiwaan terhadap Rusdi. 

"Kita akan coba koordinasi dengan Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokes) Polda Metro Jaya, kita periksa kejiwaannya," katanya.

Sambodo berharap Rudi dalam kondisi sehat agar proses pemeriksaan bisa dilanjutkan, serta mengatakan akan sangat berbahaya jika yang bersangkutan memiliki masalah kejiwaan dan mengoperasikan kendaraan bermotor.

"Jangan sampai ada gangguan kejiwaan apakah disorientasi dan sebagainya, yang justu nanti kalau betul maka sangat membahayakan, karena bisa menyebabkan kecelakaan lalu lintas kalau memang betul yang bersangkutan memiliki masalah kejiwaan," ujar Sambodo.

Pada kesempatan terpisah, Kepala Satuan Patroli Jalan Raya Polda Metro Jaya Kompol Akmal mengatakan saat ini kendaraan dengan plat dan identitas tidak sesuai standar tersebut ditahan di Mapolda Metro Jaya.

Akmal mengatakan pria yang ada didalam kendaraan tersebut saat ini diamankan untuk dimintai keterangan.

Adapun pasal yang dikenakan kepada pengemudi kendaraan tersebut yakni Pasal 288 dan 280 UU LLAJ.

"Sementara kita tilang. Tidak ada dokumen Pasal 288 sama 280. Dia pelanggaran tidak ada nomor dan tidak dapat menunjukkan STNK," pungkasnya.[]

Arief Munandar

https://akurat.co