News

Polisi Anggap Debt Collector Premanisme karena Rampas Kendaraan

Polisi anggap debt collector yang merampas kendaraan masyarakat sebagai aksi premanisme.


Polisi Anggap Debt Collector Premanisme karena Rampas Kendaraan
Kombes Pol Yusri Yunus

AKURAT.CO, Polda Metro Jaya bersama dengan Kodam Jaya sudah sering lakukan operasi gabungan secara preventif straight guna antisipasi aksi kriminal, khususnya para penagih utang atau debt collector yang meresahkan masyarakat.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, operasi TNI-Polri bertujuan memberantas aksi premanisme. Dia menegaskan negara tidak boleh kalah dengan premanisme.

"Kita anggap orang-orang yang seperti itu (debt collector) adalah premanisme semuanya," ujar Yusri kepada pewarta, Selasa (11/5/2021).

Polda Metro Jaya bersama Kodam Jaya mengaku bakal menindak tegas para debt collector yang menarik paksa kendaraan, tanpa menunjukan surat kuasa dan sertifikasi profesinya.

"Kita akan tindak tegas, baik itu dari Kodam Jaya bersama-sama dengan Polda Metro Jaya. Setiap sore malam Sabtu, malam Minggu kita patroli bersama untuk antisipasi adanya 3C, curanmor, curat curas dan premanisme," tuturnya.

Sebelumnya, jajaran Polres Metro Jakarta Utara mengamankan 11 debt collector yang hendak merampas kendaraan saat dikendarai anggota TNI Serda Nurhadi. Dari 11 debt collector yang diamankan, hanya ada seorang yang memiliki kuasa untuk menarik kendaraan.

Namun, seorang tadi juga tidak memiliki sertifikasi sebagai penagih utang. Dengan demikian, polisi tetap menindaknya.

"Ya semua ada 11 orang, cuma ada surat kuasa ke satu orang, tapi yang dikuasakan itu tidak memiliki sertifikasi sehingga itu ilegal. Kita kenakan ini di pasal perampasan," tandasnya.[]

Arief Munandar

https://akurat.co