News

Polemik TWK Bakal Terang Benderang, Siang ini Kepala BKN  ke Komnas HAM

Bima diagendakan datangi Komnas HAM pukul 13.00 WIB


Polemik TWK Bakal Terang Benderang, Siang ini Kepala BKN  ke Komnas HAM
Kantor Komnas HAM di Bilangan Menteng, Jakarta Pusat. (komnasham.go.id)

AKURAT.CO, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Bima Haria Wibisana bakal memenuhi panggilan Komnas HAM hari ini, Selasa (22/6/2021). Kepastian itu disampaikan Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara.

Bima diagendakan menjalani pemeriksaan terkait dugaan kejanggalan penonaktifan 75 pegawai KPK di Komnas HAM sekitar pukul 13.00 WIB.

"Komnas HAM RI telah mendapatkan konfirmasi bahwa Kepala BKN RI akan hadir langsung untuk memberikan keterangan kepada Komnas HAM RI pada hari Selasa, 22 Juni 2021," kata Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara lewat keterangan tertulisnya, Senin (21/6/2021).

Keterangan Bima dalam pemeriksaan besok diharapkan membuat dugaan kejanggalan penonaktifan 75 pegawai KPK menjadi lebih komprehensif.

"Pemanggilan tersebut diharapkan dapat melengkapi keterangan yang telah diberikan mengenai duduk permasalahan sehingga membuat terangnya peristiwa," jelasnya.

Diketahui, Komnas HAM telah melayangkan surat pemanggilan terhadap Bima, namun Bima tidak memenuhi panggilan tersebut. Bima hanya mengirim stafnya untuk diperiksa.

Sementara itu Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM, Chairul Anam mengatakan ada sejumlah pertanyaan yang tak bisa dijawab oleh utusan Bima. Sehingga Komnas HAM melakukan pemanggilan ulang terhadap orang nomor satu di lembaga kepegawaian negara tersebut.

Seperti diketahui, pemeriksaan ini buntut dari pemberhentian 75 pegawai KPK karena tak lolos TWK yang mengadu ke Komnas HAM pada 24 Mei 2021. Mereka melaporkan delapan hal yang dinilai sebagai bentuk dugaan pelanggaran HAM.

Dalam perjalanannya, Komnas HAM kemudian mengagendakan sejumlah pemeriksaan. Mulai dari pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi, pimpinan BKN, hingga beberapa saksi ahli.

Dalam pemeriksaan terhadap KPK pada pekan lalu, Anam mengatakan ada perbedaan keterangan antara kedua lembaga tersebut.

"BKN sendiri beberapa hari yang lalu sudah kami periksa dan kami mendapatkan sesuatu yang agak berbeda antara standing yang diceritakan kepada kami oleh KPK," ujar Anam.

Namun, Anam enggan merinci perbedaan tersebut. Ia hanya menegaskan perbedaan keterangan yang muncul di antara KPK dan BKN, sangat penting dan substansial.

"Ada yang soal substansial yang ini mempengaruhi secara besar, kok kenapa ada hasil 75 pegawai KPK tak lulus TWK dan hasil seribu dua ratus sekian. Secara substansial itu ada dan secara teknis itu juga ada. Jadi enggak bisa kami sebutkan," kata Anam.[]