News

Polemik Sumbangan Rp2 Triliun, Ferdinand Akui Menyesal Sudah Kagum dan Bangga dengan Akidi Tio

Ia mendesak pihak Kepolisian untuk memproses hukum kasus sumbangan Akidi Tio


Polemik Sumbangan Rp2 Triliun, Ferdinand Akui Menyesal Sudah Kagum dan Bangga dengan Akidi Tio
Ferdinand Hutahaean (AKURAT.CO/Rizal Mahmuddhin)

AKURAT.CO, Mantan politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean merespon polemik sumbangan Rp2 triliun dari keluarga Akidi Tio hingga akhirnya harus menepuk jidat karena dianggap nge-prank.

Ferdinand geram dengan keramaian sumbangan ini karena di tengah pandemi saat ini masih ada saja yang berbohong.

"Saya tidak ingin menghakimi, tapi yang jelas saya merasa marah terhadap orang ini. Terlalu berani membohongi publik secara terbuka. Saya mengecam hoax yang kurang ajar ini," kata dia sebagaimana dikutip AKURAT.CO dari Twitter @FerdinandHaean3 pada Selasa (3/8/2021).

Ia mendesak pihak Kepolisian untuk memproses hukum kasus kebohongan ini. Tak dapat dipungkiri, Ferdinand mengaku sempat kagum dengan keluarga AKidi Tio.

"Saya mendukung Polri tegas memproses hukum kebohongan ini. Sedih dan menyesal saya sudah kagum dan bangga sebelumnya!!" kata dia.

Sebagaimana diketahui, Akidi Tio mendadak menjadi perbincangan setelah pengusaha tersebut menyampaikan akan memberikan sumbangan demi menangani Covid-19 sejumlah Rp2 triliun.

Dengan sumbangan senilai Rp2 triliun, tak heran jika namanya menjadi perbincangan warganet. Bahkan, banyak orang yang mulai mencari informasi terkait pengusaha ini.

Namun kini, Polda Sumatera Selatan (Sumsel) menangkap anak dari Akidi Tio yakni Heryanti alias Ahong. Penangkapan langsung dipimpin Dir Intelkam Polda Sumsel, Kombes Pol Ratno Kuncoro.

Penangkapan putri Akidi Tio ini diduga terkait donasi fiktif Rp2 triliun pada 26 Juli 2021 lalu. Namun, hingga saat ini bantuan dana Rp2 triliun itu tak kunjung nyata.

Dir Ditreskrimum Polda Sumsel Hisar Siallagan saat dikonfirmasi enggan memberikan komentar terkait penjemputan Heryanti. Termasuk status Heryanti saat ini belum juga ada keterangan terkait hal tersebut.

"Nanti saja ya," ujarnya. []