News

Polemik PPN Sembako, Demokrat: Mohon Ibu Sri Mulyani Ingat Waktu Masih Miskin

Kata Andi Arief, "mohon Ibu SMI ingat waktu miskin."


Polemik PPN Sembako, Demokrat: Mohon Ibu Sri Mulyani Ingat Waktu Masih Miskin

AKURAT.CO, Para kader Demokrat mempersoalkan wacana Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas barang bahan pokok atau sembako.

Andi Arief melalui akun Twitter pribadinya mengingatkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati perihal kondisi ekonomi yang tidak sama setiap orangnya.

"PPN sembako diberlakukan, mohon Ibu SMI ingat waktu miskin. Dulu kan pernah miskin. Jangan mentang-mentang sekarang sudah naik kelas jadi orang punya. Sekolah tinggi-tinggi bukan untuk menyengsarakan rakyat," ujar dia, sebagaimana dikutip AKURAT.CO dari Twitter @AndiArief_ pada Sabtu (12/6/2021).

Politisi Demokrat lainnya, Jansen Sitindaon juga berkomentar bahwa di tengah pandemi saat ini, berniat beri pajak sembako dan lain-lainnya sudah salah dan tidak tepat.

"Apalagi jika benar dijalankan. Proyek-proyek mercusuar itu saja tahan dulu bos, agar budget pemerintah terkendali dan rasional. Jangan demi beton, periuk rakyat dipajaki. Demokrat menolak ini," kata @jansen_jsp.

Perlu diketahui, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad memaparkan efek domino yang ditimbulkan jika sembako dan sektor pendidikan dikenai PPN.

"Kalau sembako keterangan resminya akan naik 12 persen. Wah bayangkan kalau sembako naik sekitar 12 persen kira-kira apa yang akan terjadi? Besar enggak?,” katanya kepada Antara di Jakarta, Jumat (11/6/2021).

Tauhid menyatakan jika bahan-bahan makanan pokok masyarakat atau sembako dikenai PPN maka harganya semakin mahal sehingga konsumen otomatis akan menurun.

“Pastinya konsumen akan menjerit karena harga semakin mahal. Konsumen akan menyesuaikan terutama kelompok menengah ke bawah,” ujarnya.[]