News

Polemik Penceramah Agama di PT Pelni Dibatalkan, Said Didu: Pak Menteri BUMN Hendaknya Tidak Diam

Namun, ia menyatakan bahwa pengisi kajian yang disebut radikal bukanlah dirinya.


Polemik Penceramah Agama di PT Pelni Dibatalkan, Said Didu: Pak Menteri BUMN Hendaknya Tidak Diam
Mantan Sekretaris Kementrian BUMN, Muhammad Said Didu (Facebook/ Muhammad Said Didu)

AKURAT.CO, Belakangan ramai soal pembatalan sebuah kajian daring Agama Islam di BUMN (PT Pelni) lantaran mayoritas penceramah yang diundang diduga radikal.

Mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara, Said Didu, turut merespon polemik tersebut.

"Penghentian pengajian dan pemberian sanksi kepada karyawan PELNI dengan tuduhan radikal oleh Direksi dan Komisaris secara subyektif merupakan langkah yang sangat sensitif dan berbahaya. Bapak Menteri BUMN hendaknya tidak diam hadapi masalah ini," kata @msaid_didu yang dikutip AKURAT.CO pada Sabtu (10/4/2021).

Salah satu yang menjadi sorotan adalah Ketua MUI Pusat Cholil Nafis. Ia juga menjelaskan bagaimana penceramah yang hadir semuanya dibatalkan oleh Pelni.

"Di acara ini ada Kyai @cholilnafis, mosok radikalisme," kata @gatse8.

Cholil pun menanggapi dengan mengatakan bahwa tak hanya dirinya yang dibatalkan dalam kajian tersebut. Akan tetapi semua pengisi dalam kajian itu.

"Ya. Dulu sudah dikonfirmasi dari sebulan lalu lebih ke saya. Saya tak tahu siapa saja yang mengisi di kajian hari lainnya. Tapi tadi sudah di WA ke saya bahwa seluruh kajian itu dibatalkan," kata @cholilnafis.

Kata dia, dirinya dihubungi untuk isi kegiatan Ramadhan sebagaimana semestinya untuk berceramah.

"Karena waktunya yang cocok dan daring maka saya terima, dan saya tak pernah menanyakan dengan siapa dan siapa saja asatidznya yang diundang," paparnya.