News

Polemik Komisaris Emir Moeis, Rustam Ibrahim: Erick Thohir Jangan Diam Saja

Menurutnya, publik berhak tahu alasan mengapa mengangkat Emir Moeis sebagai komisaris yang notabene mantan narapidana korupsi.


Polemik Komisaris Emir Moeis, Rustam Ibrahim: Erick Thohir Jangan Diam Saja
Ketua Dewan Pengawas Lembaga Penelitian Pendidikan Penerapan Ekonomi dan Sosial Rustam Ibrahim (TWITTER/@rustamibrahim)

AKURAT.CO, Pengangkatan Izedrik Emir Moeis sebagai komisaris mendapat sejumlah kritikan, namun menurut pemerhati politik dan ekonomi Rustam Ibrahim, Menteri BUMN Erick Thohir justru terkesan menutup mulut.

"Heran! Kenapa Anda @erickthohir diam saja soal pengangkatan mantan koruptor Emir Moeis menjadi Komisaris BUMN," kata Rustam di laman Twitter-nya @RustamIbrahim, dikutip AKURAT.CO, Sabtu (7/8/2021).

Rustam menilai Erick Thohir harus menjelaskan mengapa mengangkat Emir Moeis sebagai komisaris yang notabene mantan narapidana kasus korupsi. "BUMN itu milik negara, milik rakyat Indonesia. Publik berhak tahu alasannya," ujarnya seraya mencolek Presiden Jokowi. 

baca juga:

Pada cuitan berbeda, Rustam Ibrahim juga me-mention akun Presiden Joko Widodo. Dia mengatakan bahwa pemerintah jika ada yang mengkritik harus memberikan penjelasan.

"Pemerintah itu harus akuntabel kepada publik. Jika ada kritik yang memang masuk akal, bukan hoax atau ujaran kebencian, pemerintah beri penjelasan donk. Jangan diam-diam bae. Publik berhak tahu @erickthohir @jokowi," katanya.

Sebelumnya, mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu berang menyikapi kabar eks koruptor dijadikan komisaris di salah satu perusahaan pelat merah. Tak hanya itu, Said Didu menyindir pula upaya pemerintah memberi jabatan di BUMN kepada musikus.

"Mohon maaf kasar. Kalian makin tidak berakhlak dalam mengelola BUMN. Mantan koruptor, gitaris, rektor yang langgar aturan, timses yang tidak jelas kompetensi kalian angkat jadi komisaris BUMN," kata Said Didu di Twitter-nya @msaid_didu pada Jumat (6/8/2021). 

Said Didu pesimis BUMN bisa maju apabila dipimpin orang-orang yang disindirnya tadi. "BUMN kalian bikin rugi. Ingat BUMN adalah Milik NEGARA - bukan milik NENEK lho," kata dia.

Sebagai informasi, Izedrik Emir Moeis diangkat menjadi komisaris anak usaha PT Pupuk Indonesia (Persero) yaitu PT Pupuk Iskandar Muda (PIM).

Moeis merupakan terpidana yang sebelumnya telah divonis 3 tahun penjara dan denda Rp 150 juta subsider 3 bulan penjara dalam kasus dugaan suap proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Tarahan, Lampung pada tahun 2014 lalu.[]