News

Polemik Kampung Akuarium, Kalau Cuma Bikin Rusun Sewa Anies Mendingan Tiru Ahok


Polemik Kampung Akuarium, Kalau Cuma Bikin Rusun Sewa Anies Mendingan Tiru Ahok
Warga beraktivitas di Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta, Selasa (18/8/2020). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan membangun Kampung Susun Akuarium yang terdiri dari lima blok yang diisi 241 hunian dengan anggaran sebesar Rp62 miliar. (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak meminta Gubernur Anies Baswedan merelokasi warga Kampung Akuarium ke Rumah Susun milik Pemda yang sudah ada saat ini. 

Anies disarankan mengikuti cara Pendahulunya Basuki Tjahaja Purnama (BTP) Alias Ahok yang sudah memindahkan separuh warga Kampung Akuarium di Rusun Rawa Bebek Jakarta Timur pasca penggusuran 2016 silam.

"Rusun yang ada juga belum terisi. Sebaiknya itu saja dulu dioptimalkan,"kata Gilbert saat dihubungi AKURAT.CO Senin (34/8/2020).

Sejauh ini Pemprov DKI sendiri masih bungkam mengenai status kepemilikan Rusun yang akan dibangun di kampung Akuarium bulan depan. Status hunianya apakah sewa atau milik belum dibeberkan ke publik.

Gilbert menilai rencana penataan kampung Akuarium yang dilakukan Anies saat ini adalah rencana jangka pendek, tanpa pertimbangan jangka menengah dan panjang. Ujung-ujungnya semua akan terbangkalai seperti penataan kawasan Pasar Tanah Abang yang digagas Anies pada awal masa kepemimpinannya di Jakarta.

"Saat ini semua rencana tanpa jangka panjang dan menengah.Lihat kasus Tanah Abang," tegasnya.

Ketimbang harus mengambil kebijakan yang berbeda dengan pendahulunya, Anies diminta meneruskan saja program Ahok dalam penataan kawasan Kampung Akuarium. Kebijakan "asal beda" ini menurut Gilbert menjadi penghambat kemajuan Jakarta.

"Apa yang sudah dilakukan Gubernur sebelumnya, pasti penuh perjuangan.Kalau tidak berkesinambungan maka Jakarta sulit maju,"ucapnya.[]