News

Polemik Ivermectin, Kubu Moeldoko Ancam Polisikan ICW 

Kini ICW diminta melakukan klarifikasi dan meminta maaf atas pernyataannya 1x24 jam


Polemik Ivermectin, Kubu Moeldoko Ancam Polisikan ICW 
Kuasa hukum Moeldoko, Otto Hasibuan (AKURAT.CO/Deni Muhtarudin)

AKURAT.CO Kuasa Hukum Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko, Otto Hasibuan, mengancam akan melaporkan Indonesia Corruption Watch (ICW) ke polisi lantaran telah menyebut kliennya terlibat dalam persoalan peredaran ivermectin dan keterlibatan HKTI dalam bisnis ekspor beras. 

Otto bahkan mendesak ICW mencabut tudingan tersebut dalam kurun 1x24 jam.

"Kalau dalam 1x24 jam sejak press release ini kami sampaikan, ICW dan saudara Egi tidak membuktikan tuduhannya dan tidak mau mencabut pernyataannya, dan tidak bersedia minta maaf kepada klien kami secara terbuka, maka dengan sangat menyesal kami akan melaporkan kasus ini kepada yang berwajib," ujar Otto dalam konferensi pers yang digelar secara daring, Kamis (29/7/2021).

Otto mengulang pernyataan ICW melalui Egi menyampaikan dengan tegas bahwa PT. Noorpay melalui HKTI yang diketuai oleh Moeldoko melakukan kerja sama ekspor beras. 

"Ini berbahaya terkesan ini tega disampaikan Egi. Pak Moeldoko tidak pernah melakukan bisnis beras. Yang pernah dilakukan HKTI bekerjasama dengan PT Noorpay itu mengirim tenaga training ke Thailand untuk petani, tidak ada kaitan bisnis beras," tegas Otto.

Otto juga mendesak ICW untuk membuktikan tudingan yang disampaikan Peneliti ICW Egi Primayoga tersebut. Apabila Egi tidak dapat membuktikan pernyataannya, maka Otto mendesak agar ICW mencabut pernyataan tersebut dan meminta maaf di media massa. 

"Jadi di sini kita berikan kesempatan. Buktikan dulu, ICW, saudara Egi buktikan, mana bukti kapan pak Moeldoko atau HKTI bekerja sama dengan Noorpay melakukan ekspor beras? Kapan? Kalau ada bukti buka saja di publik," ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko membantah tudingan Indonesia Corruption Watch (ICW) yang menyebut bahwa putri bungsunya, Joanina Novinda Rachma, memiliki kedekatan dengan pihak PT Harsen, produsen obat Ivermectin. Ia menegaskan, tudingan ICW menyesatkan.

"Itu tuduhan ngawur dan menyesatkan," kata Moeldoko dikutip dari siaran resmi KSP, Kamis (22/7/2021).

ICW menyebut Joanina memiliki hubungan bisnis dengan Sofia Koswara. Sofia berperan membantu PT Harsen dalam memperkenalkan Ivermectin ke publik. 

Selain itu ICW juga menyebut, Sofia bekerjasama dalam impor beras dengan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), organisasi yang diketuai Moeldoko. 

Moeldoko pun membantah tuduhan tersebut. "Tidak ada urusan dan kerja sama antara anak saya, Jo (Joanina, Red) dengan PT Harsen Lab," kata Moeldoko.[]