Ekonomi

Polemik Impor Beras 1 Juta Ton: Kementan Sebut Stok Aman, Kemendag Maunya Impor

Polemik Impor Beras 1 Juta Ton: Kementan Sebut Stok Aman, Kemendag Maunya Impor
Pekerja mengangkut beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, Kamis (28/1/2021). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO Impor beras satu juta ton mengalami berbagai polemik di masyarakat. Kementerian Pertanian yang mengurus bagian hulu beras mengatakan stok aman, sedangkan Kementerian Perdagangan menilai butuh impor sebagai upaya menjaga stabilitas harga.

Kementerian Pertanian menyebutkan stok beras jelang Ramadan dalam keadaan aman. Berdasarkan prognosa ketersediaan dan kebutuhan pangan pokok, ketersediaan beras hingga bulan Mei 2021 diperkirakan hampir mencapai 25 juta ton.

“Neraca beras sampai dengan 2021 masih aman, terutama dengan panen raya,” ungkap Sekretaris Jenderal Kementan Momon Rusmono lewat keterangan tertulisnya, Jakarta, Selasa (16/3/2021).

baca juga:

Tercatat stok beras hingga Desember 2020 kemarin sebanyak 7,389 juta ton. Sementara itu perkiraan produksi dalam negeri mencapai 17,5 juta ton. Dengan perkiraan kebutuhan sebanyak 12,336 juta ton, maka neraca pada Mei 2021 diperkirakan bisa mencapai 12,565 juta ton.

Jelang Ramadan dan Idulfitri 1442 H, Kementan akan menjalankan strategi untuk menjamin penyediaan pangan, termasuk beras.

Kemendag Impor beras

Di waktu lainnya, Kementerian Perdagangan menyebutkan impor beras sebesar 1 juta ton dibutuhkan untuk mejaga stok beras nasional sekaligus untuk stabilisasi harga.

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan impor sendiri digunakan untuk menambah cadangan atau iron stock.

“Kita tahu, kita musti punya iron stock berapa banyak, tetapi itu juga diikuti oleh angka ramalan. Yang dirilis kemarin oleh Badan Pusat Statistik (BPS), kita akan sedikit lebih baik dari tahun lalu, perkiraannya 31,33 juta ton beras," kata Mendag Lutfi dalam konferensi pers secara virtual, Jakarta, Senin (15/2/2021).

Dhera Arizona Pratiwi

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu