News

Polda NTB Klarifikasi Tak Pernah Tahan IRT Pelaku Perusakan Pabrik

Menyusul adanya pemberitaan terkait penanhan terhadap IRT yang melakukan perusakan di pabrik, Polda NTB mengkalrifikasi hal tersebut tak pernah dilakukan


Polda NTB Klarifikasi Tak Pernah Tahan IRT Pelaku Perusakan Pabrik
Kapold NTB Irjen Pol Mohammad Iqbal ketika menjalani suntik vaksin COVID-19 dosis kedua di RS Bhayangkara Mataram, NTB, Kamis (28/1/2021).

AKURAT.CO, Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) menegaskan pihaknya tidak pernah melakukan penahanan terhadap empat ibu rumah tangga yang diduga sebagai pelaku perusakan pabrik atau gudang tembakau di Lombok Tengah.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto SIK MSi melalui siaran persnya, menegaskan pihak Polres Lombok Tengah yang menerima laporan kasus perusakan sesuai Pasal 170 KUHP itu telah melakukan proses hukum sesuai prosedur, tetapi tidak melakukan penahanan terhadap pelaku.

"Pihak Polres Lombok Tengah telah melakukan lebih dari dua kali mediasi terhadap kedua pihak untuk penyelesaiannya, namun tidak ada titik temu dan kesepakatan, kemudian penyidik melanjutkan proses penyidikan sesuai prosedur hukum yang berlaku," katanya pada Minggu dini hari, (21/2/2021).

baca juga:

Ia menjelaskan selama proses penyidikan dan penyelidikan tersebut, Polisi tidak melakukan penahanan.

Sehingga, lanjut Kombes Artanto, pihak Polres Lombok Tengah melanjutkan laporan menjadi berkas perkara. Setelah dinyatakan P21 (lengkap) berkas tersebut diserahkan dan atau dilimpahkan penanganannya ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Praya.

“Jadi, saya tegaskan kembali bahwa tidak ada penahanan selama proses hukum yang dilakukan Polres Lombok Tengah,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, empat ibu rumah tangga berinisial HT (40), NR (38), MR (22), dan FT (38) warga Desa Wajegeseng, Kecamatan Kopang, Lombok Tengah, masuk penjara bersama dua balita yang merupakan anaknya.

Keempat ibu itu diduga melakukan perusakan terhadap atap gedung pabrik tembakau yang ada di desa setempat pada Desember 2020.

Kasus itu akan disidangkan di Pengadilan Negeri Praya, Kabupaten Lombok Tengah, pada akhir Februari 2021.

Sumber: Antara

Tia Nurullatifah

https://akurat.co

0 Comments

Leave a comment

Sorry, you mush first