News

Polda Metro Tangkap Eksportir Biji Koka di Bandung

Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya bekerja sama dengan Bea dan Cukai berhasil menangkap SDS (51) pengekspor biji kokain ke beberapa negara diantaranya Amerika dan Republika Ceko


Polda Metro Tangkap Eksportir Biji Koka di Bandung
Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya bekerja sama dengan Bea dan Cukai berhasil menangkap SDS (51) pengekspor biji kokain ke beberapa negara diantaranya Amerika dan Republika Ceko (AKURAT.CO/Anisha Aprilia)

AKURAT.CO, Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya bekerja sama dengan Bea dan Cukai berhasil menangkap SDS (51), eksportir biji koka ke beberapa negara diantaranya Amerika dan Republika Ceko. SDS ditangkap di Perumahan Green Valley Residence, Pasir Layung, Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Jawa Barat. 

Kepada polisi, SDS mengaku telah menanam pohon koka sejak tahun 2003. SDS mengaku mendapatkan biji koka dari Kebun Raya Bogor. 

"Dari keterangan tersangka bahwa barang bukti tersebut didapatkan dari hasil menanam tanaman koka yang bisa tumbuh besar di rumahnya sejak tahun 2003. Tersangka awalnya bisa menanam pohon koka dari biji koka yang dia dapatkan dari mengambil biji-biji koka dari tanaman pohon koka di area terbuka Kebun Raya Bogor," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Endra Zulpan di Markas Polda Metro Jaya, Jumat 5 Agustus 2022.

baca juga:

"Tersangka juga mengatakan bahwa selain dari Kebun Raya bogor dia mendapatkan biji-biji koka dari Kebun Balitro Lembang (Balai Penelitian Rempah dan Obat). Dimana biji tersebut dia dapatkan dari seorang penjaga kebun Balitro Lembang dengan mengatakan membutuhkan biji-biji tersebut untuk digunakan sebagai penelitian tanaman obat," sambung Zulpan.

Mantan Kabid Humas Sulawesi Selatan ini mengatakan kasus ini bermula saat bea cukai mencurigai adanya sebuah paket boneka kecil atau Finger Puppet yang dikembalikan dari pihak pembeli di Republik Ceko. Disaat itulah, Bea dan Cukai memeriksa dan mendapati kalau isinya biji kokain.

"Dari hasil laboratorium tersebut selanjutnya tim Bea dan Cukai menghubungi Unit 2 Subdit 3 Ditresnarkoba untuk dilakukan penyelidikan dengan mengawal pengiriman paket barang reture ke pihak penjual atau pengirim," katanya. 

"Boneka Finger Puppet ini digunakan sebagai modus atau sarana kamuflase pengiriman biji koka," ujarnya.

Dari hasil pengungkapan kasus ini, polisi berhasil mengamankan barang bukti 200 biji koka, tiga pohon koka, dan Boneka Finger Puppet. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya SDS kekinian telah ditahan. SDS dikenakan Pasal 114 Subisder Pasal 113 lebih Subisder Pasal 111 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara.