News

Polda Metro Serahkan John Kei dan Anak Buahnya ke Kejati DKI


Polda Metro Serahkan John Kei dan Anak Buahnya ke Kejati DKI
Petugas menggiring tersangka pelaku pembunuhan berencana dan penyerangan John Refra alias John Kei saat pelimpahan tahap dua tersangka dan barang bukti di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (19/10/2020). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menyerahkan tersangka John Kei dan enam anak buahnya ke Kejaksaan Negeri beserta barang bukti yang digunakan untuk aniaya EW hingga tewas Pada (19/10/2020).

Polisi menyerahkan John Kei dan anak buahnya setelah berkas perkara kasus penganiyaan dan peruskan Rumah Nus Kei di kawasan Tangerang serta penganiayaan di Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat dinyatakan lengkap atau P21 oleh kejaksaan.

Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Jean Calvijn Simantuntak menerangkan, beberapa waktu lalu pihaknya telah menyerahkan 29 tersangka. Dan saat ini ada 7 orang tersangka lainnya yang sudah siap sidang termasuk pelaku utama John Kei dan Daniel Farfar.

 "7 tersangka ini diserahkan ke kejaksaan beserta barang bukti hari ini itu meliputi lima eksekutor pembunuhan yang dilaksanakan di jalan Kosambi. dua di diantaranya adalah mastermind yang merupakan pelaku utama. Yang pertama JK itu sendiri dan kedua tersangka DF," kata dia Senin (19/10/2020).

Dari total keseluruhan 37 tersangka, masih tersisa tersangka 1 berinisial FR yang berkas perkaranya masih diteliti oleh pihak Kejaksaan. Sementara untuk bukti yang sudah diserahkan berupa senjata tajam dan senjata api yang digunakan saat menyerang kediaman serta anak buah Nus Kei.

"Kemudian di TKP 3 di Perumahan Titian Cipondoh itu juga sudah dilakukan tahap dua beberapa waktu lalu. dan tambahan pengembangan kasusnya termasuk ada senpi dan softgun. begitu juga sajam itu sudah dilakukan untuk penyerahan tersangka dan barang bukti beberapa waktu lalu," tutur dia.

Sementara itu, Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Negeri Tinggi DKI, Nirwan Nawawi menambahkan, pihak memperpanjang masa tahanan selama 20 hari seluruh tersangka kasus tersebut di Rumah Tahanan Mapolda Metro Jaya.

"Jadi ini telah dilaksanakan penyerahan barang bukti dan tersangka di Polda Metro Jaya terkait 7 tersangka yakni JK dan DH dari empat berkas rekan-rekan semua," terang dia.

Kemudian, selama 20 hari kedepan Jaksa akan menyipkan dakwaan untuk memenuhi syarat persidangan. Apabila sudah dianggap memenuhi syarat formil, maka pihak Pengadilan Negeri akan segera menyidangkan kasus ini.

"Yang menjadi ancaman dan pasal yang diterapkan adalah mulai dari Pasal 340, 338, dan kepemilikan sajam 170 dan uu darurat nomor 12 tahun 1950," terang dia.[]