News

Polda Metro Jaya Imbau GP Ansor Tak Lakukan Konvoi dan Sweeping

Polisi telah menetapkan enam karyawan Holywings sebagai tersangka dalam kasus penistaan agama berkedok promosi minuman beralkohol bagi yang bernama Muhammad dan Maria. 


Polda Metro Jaya Imbau GP Ansor Tak Lakukan Konvoi dan Sweeping
Kabid Humas PMJ, Kombes Pol Endra Zulpan (AKURAT.CO/Anisha Aprilia)

AKURAT.CO, Polda Metro Jaya mengimbau kepada GP Ansor untuk tidak melakukan konvoi ke Holywing sebagai reaksi dari dugaan kasus penistaan agama berkedok promosi minuman beralkohol. 

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan meminta GP Aneesor untuk menghormati proses hukum yang sedang dikerjakan oleh pihak kepolisian.

"Polda Metro Jaya kan sudah mengimbau untuk tidak melakukan konvoi apalagi sweeping. Kasus terkait Holywings (penistaan agama) sudah ditangani oleh kepolisian," kata Zulpan di Jakarta, Sabtu (25/6/2022). 

baca juga:

Zulpan menegaskan akan ada tindakan tegas apabila melanggarnya. Apalagi sampai tindakan anarkistis terjadi. 

"Oleh sebab itu bila ada ormas yang melakukan tindakan anarkis terkait hal tersebut tentu Polda Metro Jaya akan mengambil tindakan tegas," kata Zulpan.

Hal senada juga disampaikan oleh Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Budhi Herdi Susianto. Budhi meminta GP Ansor untuk menyerahkan dan mempercayakan proses hukum Holywings kepada aparat kepolisian.

"Kami dari pihak kepolisian sudah melakukan respons cepat dan melakukan penegakan hukum terhadap dugaan tindak pidana penistaan agama sehingga kami menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk menyerahkan kasus ini kepada proses hukum yang berlaku," katanya.

Sebelumnya, Wakil GP Ansor DKI Jakarta Sofyan Hadi mengancam untuk kembali menggeruduk Holywings jika tidak melakukan penutupan permanen meski pihak kepolisian telah menetapkan enam tersangka dalam kasus ini. 

Sebab, ia tidak mau ada lagi tempat hiburan malam yang melakukan penistaan agama dengan mempromosikan minuman tersebut.

"Iya kalau tidak ada itikad baik dan menjamin tidak akan terjadi kembali kami terpaksa harus melakukan ini (geruduk lagi)," kata dia, Sabtu (25/6/2022). 

Polisi telah menetapkan enam karyawan Holywings sebagai tersangka dalam kasus penistaan agama berkedok promosi minuman beralkohol bagi yang bernama "Muhammad" dan "Maria". 

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Budhi Herdi Susianto  mengungkapkan motif para tersangka melakukan hal itu karena untuk menarik minat masyarakat datang ke outlet Holywings Indonesia, khususnya pada outlet-outlet yang tingkat penjulannya masih berada di bawah target dari manajemen.

"Mereka membuat konten tersebut untuk menarik pengunjung untuk datang ke outlet HW khususnya outlet yg persentasenya penjualannya dibawah target 60 persen," kata Budhi dalam keterangannya, Sabtu (25/6/2022). 

Keenam tersangka itu merupakan  EJD (pria berusia 27 tahun selaku Direktur Kreatif HW) NDP (perempuan 36 tahun selaku Head Tim Promosi), DAD (pria 27 tahun selaku Desain grafis), EA (perempuan 22 tahun selaku Admin Tim Promo), AAB (perempuan 25 tahun selaku Socmed Officer) dan AAM (perempuan 25 tahun selaku Admin Tim Promo). 

Keenam tersangka itu dijerat dengan pasal berlapis yakni Pasal 14 Ayat 1 dan Ayat 2 UU RI No 1 Tahun 1946 dan juga Pasal 156 atau Pasal 156 a KUHP.

Kemudian Pasal 28 Ayat 2 UU RI No 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No 11 Tahun 2008 tentang ITE. Adapun ancaman maksimal 10 tahun kurungan penjara. []