News

Polda Metro Gandeng BPN Pusat Usut Mafia Tanah Dino Patti Djalal

Polda Metro Gandeng BPN Pusat Usut Mafia Tanah Dino Patti Djalal
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus (AKURAT.CO/Miftahul Munir)

AKURAT.CO, Mantan Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal membuat 3 laporan kasus mafia tanah di Mapolda Metro Jaya. Pertama pada April 2020 lalu ia melaporkan mafia tanah yang sudah merebut rumah milik ibunya di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Dalam kasus itu, pihaknya sudah mengamankan beberapa orang tersangka dan pada Selasa (16/2/2021) dini hari pihak kepolisian mengamankan lagi seorang tersangka.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus tidak menjelaskan secara pasti identitas tersangka yang baru diamankan. Tapi total tersangka yang ditangkap oleh pihaknya ssbanyak 5 orang.

baca juga:

"Kemudian kedua ini pelaporan bulan November tahun 2020 saya sudah sampaikan dari awal ini rumah yang di daerah Kemang. Di sini belum terjadi adanya kerugian. Tetapi upaya untuk melakukan kejahatan sudah ada. Sudah ditemukan dengan adanya pada saat itu adanya laporan dan kita lakukan OTT. Tetapi upayanya ada 263 di sini. Pemalsuan identitas untuk melakukan kejahatan. Ini serang berjalan pada saat itu," ucap dia Selasa (16/2/2021).

Kemudian yang ketiga laporannya pada 22 Januari 2021 lalu, tapi kasus ini masih dalam penyelidikan oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Sejumlah saksi pun sudah dimintai keterangan termasuk klarifikasi kepada Dino Patti.

"Kita sudah mengundang beberapa saksi untuk klarifikasi termasuk pelapor itu sendiri. Ini masih dalam pengembangan," tegas dia.

Yusri memastikan, pihaknya sangat serius menangani kasus mafia tanah ini karena ingin menjadikan suatu kasus terang benderang.

Bahkan, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran sudah membentuk tim Satgas mafia tanah dan juga menggandeng BPN Pusat.

"Ini jadi bahan perhatian dari pak kapoldq untk segera membentuk tim dan tim ini sudah bergerak. Kami mohon kesabaran teman-teman media semua untuk bisa mengungkap kasus ini," tandasnya.

Bayu Primanda

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu