News

Polda Jatim Ungkap Kasus Penyalahgunaan 279,45 Ton Pupuk Subsidi

Polda Jatim berhasil mengungkap kasus penyalahgunaan pupuk bersubsidi. Dalam kasus ini, sebanyak 21 orang ditetapkan sebagai tersangka.


Polda Jatim Ungkap Kasus Penyalahgunaan 279,45 Ton Pupuk Subsidi
Polda Jatim berhasil mengungkap kasus penyalahgunaan pupuk bersubsidi. (Divisi Humas Polri)

AKURAT.CO, Polda Jatim berhasil mengungkap kasus penyalahgunaan pupuk bersubsidi. Dalam kasus ini, sebanyak 21 orang ditetapkan sebagai tersangka.

"Kami dari Polda Jatim dan jajaran telah mengungkap 14 Laporan Polisi yang telah dibuat dengan tersangka sebanyak 21 orang, di dalam prosesnya, tiga diantaranya ditangani Ditreskrimsus Polda Jatim, bahwa ini berada di 9 Kabupaten, Banyuwangi, Jember, Nganjuk, Ngawi, Ponorogo, Tuban, Blitar, Sampang dan Lamongan," Kapolda Jawa timur Irjen Pol Nico Afinta dalam keterangan tertulisnya, Selasa (17/5/2022). 

Adapun barang bukti yang diamankan sebanyak 5.589 sak atau 279,45 ton.

baca juga:

Nico menerangkan, modus operandinya yaitu pertama tersangka membeli pupuk bersubsidi, kemudian mengganti bungkus sak dengan non subsidi. Kemudian dijual dengan harga bervariasi kisaran Rp160 ribu-Rp200 ribu.

Padahal, harga eceran pupuk subsidi sendiri telah ditetapkan pemerintah sebesar Rp115 ribu. Sehingga, modus dengan cara ini, mereka bisa mendapatkan keuntungan yang lebih besar.

Lebih lanjut, adapun modus kedua yakni dengan cara menjual dengan harga eceran tertinggi. Ada kalanya terkadang petani yang sedang sangat butuh pupuk akan membeli. Padahal cara ini tidak diperbolehkan.

"Sedangkan modus lain, mengelabui petugas dengan cara menjual pupuk diluar wilayah area. Yang ditangkap oleh polda ini rencana yang akan dikirim ke Kalimantan Timur dengan kapal," lanjutnya.

Lebih lanjut, Nico menjelaskan pengungkapan kasus penyalahgunaan pupuk bersubsidi sudah sesuai dengan perintah Kapolri yang meminta jajarannya untuk mengawasi ketersediaan, distribusi dan stabilitas harga khususnya minyak goreng dan pupuk.

"Kami jajaran Polda Jatim beserta Polres didukung Dinas Pertanian dan Perdagangan, mengumpulkan informasi terkait masalah pupuk. Karena kita ketahui Jatim adalah salah satu lumbung padi terbesar di Indonesia. Sehingga ketersediaan padi juga tergantung ketersediaan pupuk," kata dia.

Ditambahkan, dalam periode Januari-April 2022, tim mengumpulkan informasi dan penyelidikan dan di dalam kegiatannya berhasil mengungkap adanya penyimpangan didalam ketersediaan pupuk, distribusi maupun harga. []