News

Polda Jabar dan DIY Gerebek Kantor Pinjol di Sleman, 86 Orang Diamankan

Korban depresi hingga dirawat di rumah sakit


Polda Jabar dan DIY Gerebek Kantor Pinjol di Sleman, 86 Orang Diamankan
Kantor pinjol di Sleman digerebek jajaran Polda Jabar dan DIY, Kamis (14/10/2021) malam (akurat.co/Kumoro Damarjati)

AKURAT.CO, Tim gabungan dari Polda Jabar dan DIY menggerebek sebuah kantor perusahaan penyedia jasa pinjaman online (pinjol) di Samirono, Caturtunggal, Depok, Sleman, DIY, Kamis (14/10/2021) malam. Sebanyak 86 orang diamankan dalam operasi tersebut.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar Kombes Pol Arief Rahman menjelaskan, penggerebekan diawali dari laporan salah seorang warga berinisial TM kepada Polda Jabar beberapa waktu lalu. TM, kata Arief, merupakan nasabah salah seorang jasa pinjol.

"Yang bersangkutan dirawat di rumah sakit karena merasa depresi dengan tindakan-tindakan penekanan yang tidak manusiawi dari pinjaman online tersebut," kata Arief di lokasi.

Petugas kemudian melakukan penyelidikan dan melacak keberadaan kantor pinjol yang melakukan teror terhadap nasabah TM. Alhasil didapati sebuah bangunan ruko di Jalan Prof Herman Yohanes, Samirono, Caturnunggal, Depok, Sleman.

Tim gabungan kemudian menuju lokasi dan melakukan penggerebekan, malam tadi. Sebanyak 86 orang yang bekerja tempat tersebut langsung diamankan.

"Di TKP ini kami amankan 83 orang operator dalam tanda petik debt collector, 2 HRD dan 1 manager. Kemudian kami amankan 105 PC, 105 handphone, dan kami amankan juga beberapa barang yang terkait dengan tindak pidana," papar Arief.

"Menariknya, 1 orang debt collector ini berdasarkan mix and match, antara digital evidence yang kami dapat dari korban dengan apa yang ada di sini, dan itu fiks. Jadi, digital evidence-nya sangat relevan," sambung dia.

Arief melanjutkan, perusahaan pinjol ini memakai 23 aplikasi layanan pinjaman online dan semuanya tak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Mereka hanya memakai 1 aplikasi legal untuk menyamarkan operasinya.

"Jadi dari 1 aplikasi yang terdaftar tersebut, (namanya) One Hope," bebernya.

Menurut Arief, pihaknya bersama Polda DIY masih mendalami untuk mengungkap sejak kapan perusahaan ini beroperasi, menaksir kerugian para korban, dan mekanisme atau cara kerja perusahaan ini termasuk dengan puluhan aplikasi tadi.

"Masih kami dalami, karena kami baru melakukan penindakan di TKP," tutupnya.

Saat ini, lokasi kantor tersebut dijaga sejumlah petugas. Di luar bangunan kini terpasang garis polisi. []