Ekonomi

PNM Salurkan Pembiayaan Rp131,4 Triliun Sampai Mei 2022

PT Permodalan Nasional Madani (PNM) mengakhiri periode 2021 dengan berhasil menyalurkan pembiayaan senilai Rp 131,4 triliun.


PNM Salurkan Pembiayaan Rp131,4 Triliun Sampai Mei 2022
Ilustrasi (bfifinance.co.id)

AKURAT.CO PT Permodalan Nasional Madani (PNM) mengakhiri periode 2021 dengan capaian pertumbuhan pesat di semua lini. PNM berhasil menyalurkan pembiayaan senilai Rp 131,4 triliun kepada nasabah PNM Mekaar yang berjumlah 12 juta hingga 28 Mei 2022.

Selain itu, PNM mengakhiri periode 2021 dengan pencapaian aset yang bertumbuh hingga 138% year on year atau mencapai Rp 43,71 triliun.

"Program PNM Mekaar dan PNM ULaMM adalah faktor dari kenaikan aset PNM, tercatat aset produktif pembiayaan PNM Mekaar tumbuh pesat hingga 165 persen menjadi Rp 25,6 triliun dan PNM ULaMM naik hingga 103% menjadi Rp 6,6 triliun,” kata Sekretaris Perusahaan PNM L Dodot Patria Ary di Jakarta, kemarin.

baca juga:

Pada 2020, aset produktif pembiayaan PNM Mekaar tercatat hanya mencapai Rp 15,5 triliun dan PNM ULaMM Rp 6,4 triliun. PNM mencatatkan laba bersih di sepanjang 2021 sebesar Rp 845 miliar atau meningkat dibandingkan laba tahun 2020 lalu yang senilai Rp 359 miliar.

Hingga Desember 2021, tingkat non-performing loan (NPL) gross PNM tercatat sebesar 0,69 persen atau membaik dibandingkan posisi Desember 2020 yang sebesar 1,23 persen.

"Sejalan dengan meningkatnya penyaluran, jumlah nasabah PNM juga bertumbuh dengan pesat. Sampai Desember 2021, total nasabah tercatat sebanyak 11 juta," kata Dody.

Sepanjang 2021, kantor cabang PNM Mekaar juga bertambah sebanyak 317 kantor.

"Saat ini PNM memiliki 3.386 kantor layanan PNM Mekaar dan 688 kantor layanan PNM ULaMM di seluruh Indonesia yang melayani usaha mikro dan kecil di 34 provinsi, 443 kabupaten dan kota, serta 5.640 kecamatan," ucapnya.

Lihat Sumber Artikel di Warta Ekonomi Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Warta Ekonomi. Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Warta Ekonomi.
Sumber: Warta Ekonomi