Lifestyle

Waspada, Balita Alami Pneumonia, Karena Asap Rokok Nempel Di Baju

Waspada, Balita Alami Pneumonia, Karena Asap Rokok Nempel Di Baju
Ilustrasi Pneumonia (ISTIMEWA)

AKURAT.CO Asap rokok yang menempel pada baju bisa menganggu kesehatan orang-orang di sekitar. Dan itu dapat menjadi penyebab bayi dan balita terinfeksi penyakit paru-paru pneumonia atau radang paru-paru.

Dilansir dari laman Data Indonesia.id, Rabu (24/2/2023). Pneumonia adalah penyebab utama kematian anak dibawah lima tahun (balita) pada 2021. Balita sangat rentan terkena pneumonia, karena sistem kekebalan tubuhnya yang masih sangat lemah.

Dokter Spesialis Paru Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan, Erlang Samoedro mengatakan, asap rokok bisa melekat di baju dan menyebabkan pneumonia pada anak.

baca juga:

Menurut dokter yang juga Wakil Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, balita yang menghirup asap rokok yang melekat pada baju disebut sebagai thirdhand smoker.

Pernyataan dokter Erlang terbukti kebenarannya, karena sudah sangat banyak kasus balita terkena pneumonia, yang disebabkan oleh asap rokok yang menempel di baju si perokok.

Pneumonia, merupakan nama penyakit yang sering menjadi isu dalam berita kesehatan dan disampaikan oleh petugas kesehatan.

Menurut UNICEF, organisasi dibawah PBB yang khusus bekerja untuk melindungi anak-anak menyebutkan lebih dari dua anak meninggal dunia setiap jam karena Pneumonia. 

Pneumonia adalah infeksi saluran pernapasan akut yang bisa menjangkiti salah satu atau kedua paru-paru. Pneumonia dapat menyerang siapa saja, baik anak, dewasa muda atau orang tua, namun penyakit ini menjadi perhatian karena angka kematian anak akibat penyakit ini lebih tinggi dibandingkan penyakit lainnya.

Pneumonia pada balita dan dewasa berbeda. Pada balita konsepnya infeksi pada saluran napas atas atau bawah akan berhubungan, terlebih infeksi pada jalur alveolidan bronceolus.

Penyebab pneumonia pada balita.

Melansir dari WHO (World Health Organization), berikut virus, bakteri dan jamur yang bisa menyebabkan pneumonia:

- Streptococcus pneumoniae adalah penyebab paling umum pneumonia bakteri pada anak-anak.

- Haemophilus influenzae tipe b (Hib) adalah penyebab paling umum kedua pneumonia bakteri.

- Virus lain yang menyebabkan pneumonia adalah respiratory syncytial virus.

- Pada bayi yang terinfeksi HIV, pneumocystis jiroveci adalah salah satu penyebab pneumonia yang paling umum. Jamur ini menyebabkan seperempat bayi pengidap HIV meninggal karena pneumonia.

Gejala pneumonia pada balita.

Gejala pneumonia, hampir sama dengan masalah paru-paru lainnya, di antaranya batuk dengan intensitas tinggi dan disertai dahak. Dilansir dari laman Kids Health, Rabu (24/1/2023), gejala pneumonia pada bayi hingga balita adalah sebagai berikut. 

1. Demam, suhu tubuh bayi bisa mencapai lebih dari 38 derajat celcius

2. Batuk dengan intesitas tinggi, disertai dahak

3. Napas dengan suara mendengkur (mengi)

4. Sesak napas

5. Napas dan detak jantung cenderung cepat

6. Sakit dada dan perut

7. Lemas atau kurang aktif dari biasanya

8. Nafsu makan berkurang.

9. Muntah dan diare

Gejala tersebut umumnya akan berlangsung selama 1-2 hari. Kondisi ini berbeda tergantung dari sistem kekebalan tubuh masing-masing orang. Jika balita kamu sudah menunjukkan gejala diatas segara bawa ke rumah sakit.

Cara mengobati pneumonia pada balita.

Dilansir dari laman Stanford Medicine Children's Heealth.com, Rabu (24/1/2023). Berikut cara mengobati pneumonia pada balita.

Perawatan lain dapat meredakan gejala pneumonia pada balita.

1. Banyak istirahat

2. Mendapatkan lebih banyak cairan, atau memperbanyak minum air putih 

3. Gunakan humidifier kabut dingin di kamar anak

4. Acetaminophen untuk demam

5. Obat batuk

Beberapa anak mungkin dirawat di rumah sakit jika mengalami masalah pernapasan yang parah. 

Cara mengobati pneumonia pada balita.

1. Antibiotik secara IV (intravena) atau melalui mulut (oral) untuk infeksi bakteri

2. Cairan IV jika anak tidak dapat minum dengan baik

3. Terapi oksigen

4. Sering-seringlah menyedot hidung dan mulut balita atau anak untuk membantu menghilangkan lendir yang kental

5. Perawatan pernapasan, seperti yang diperintahkan oleh penyedia layanan kesehatan balita.

Cara mencegah pneumonia pada balita 

1. Lakukan imunisasi, karena mampu mencegah beberapa jenis pneumonia. Itu sebabnya, anak-anak wajib mendapatkan imunisasi haemophilus influenzae, pneumococcus, dan batuk rejan mulai usia 2 bulan.

2. Vaksin flu direkomendasikan untuk semua anak usia 6 bulan sampai 19 tahun. Vaksin COVID-19 direkomendasikan untuk semua anak berusia 5 tahun ke atas. Anak-anak yang mengidap gangguan jantung atau paru-paru perlu melakukan vaksin COVID-19.

3. Jika memungkinkan, jauhkan anak-anak dari orang yang mengalami gejala infeksi saluran pernapasan, seperti hidung tersumbat atau berair, sakit tenggorokan dan batuk. Untuk anak di atas dua tahun, kenakan masker untuk mencegah penyebaran virus dan bakteri penyebab pneumonia.

4. Jauhi rokok, minuman beralkohol, dan jaga jarak dengan orang yang sedang sakit batuk, pilek, atau pasien pneumonia itu sendiri.

5. Perhatikan kebersihan diri dan lingkungan sekitar. 

Demikianlah pengertian, gejala, dan cara mengobati penyakit pneumonia pada balita.