Ekonomi

PMN Dihujani Kritikan, Menteri BUMN Jawab Santai: Saya Rasa Ini Era Demokrasi

Menteri Erick mengaku terbuka dan transparan dalam menanggapi kritikan dari beberapa pihak soal PMN BUMN tahun 2021 dan 2022.


PMN Dihujani Kritikan, Menteri BUMN Jawab Santai: Saya Rasa Ini Era Demokrasi
Menteri BUMN Erick Thohir saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI di Nusantara I, Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Rabu (20/1/2021). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Menteri BUMN Erick Thohir buka suara soal kritikan dari beberapa terkait Penyertaan Modal Negara (PMN) BUMN tahun 2021 dan 2022. Ia mengaku bersikap terbuka dan transparan dalam menanggapi hal tersebut. 

"Saya rasa ini era demokrasi, ketika ada saran dan kritik kita buka data-datanya secara transparan, kita tidak ada yang kita sembunyikan," ujar Erick Thohir, Jumat (30/7/2021).

Erick menyampaikan, Indonesia tidak bisa hanya terbelenggu dan terpaku hanya pada saat COVID-19 saja, setelah pandemi ini juga penting.

Contohnya biaya logistik bagaimana pun berpengaruh terhadap pandemi, kalau distribusinya mahal, obat-obatan, makanan akhirnya akan ada inefisiensi yang terjadi dan itu cukup tinggi.

Saat ini BUMN sudah bisa memproduksi obat generik, namun bahan bakunya belum karena itu Erick Thohir highlight Pertamina membuat petrochemical yang turunannya salah satunya bahan obat paracetamol.

"Untuk itulah, mengapa Indonesia harus membangun yang namanya infrastruktur yang memang harus PMN," jelasnya.

Erick juga menjelaskan bagaimana PLN memberikan bantuan dalam arti listrik gratis atau diskon listrik, namun ketika bicara listrik masuk desa maka hal ini memang perlu PMN. Dan rakyat-rakyat yang di desa harus memiliki kesempatan yang sama dengan rakyat yang tinggal di kota.

"Kita tidak boleh pilih kasih. Hal-hal ini kita bedakan, kita lakukan secara transparan, dan data-datanya terbuka," kata Erick Thohir.

Sebelumnya Komisi VI DPR RI menyetujui Penyertaan Modal Negara (PMN) Tunai dan Non Tunai BUMN Tahun Anggaran 2022 untuk menjadi usulan dalam RAPBN Tahun Anggaran (TA) 2022.