Ekonomi

PMN dari 2005 Hingga 2021 Sentuh Rp369,17 Triliun

DJKN Kemenkeu: Investasi paling besar Rp100 triliun yang setiap tahun ada untuk akses listrik dan investasi.


PMN dari 2005 Hingga 2021 Sentuh Rp369,17 Triliun
Illustrasi ()

AKURAT.CO, Tenaga Pengkaji Restrukturisasi, Privatisasi dan Efektivitas Kekayaan Negara Dipisahkan DJKN Kementerian Keuangan, Dodok Dwi Handoko menyampaikan bahwasanya total Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada BUMN dan Lembaga mencapai Rp.369,17 triliun sejak tahun 2005 hingga 2021 lalu.

"Jadi PMN ini diberikan untuk berbagai sektor seperti transportasi, infrastruktur hingga energi. Sedangkan Investasi paling besar Rp100 triliun yang setiap tahun ada untuk akses listrik dan investasi," ucapnya pada saat konferensi pers bersama media di Jakarta, Jumat (12/8/2022).

Lebih lanjut dirinya menjelaskan PMN yang digelontorkan untuk transportasi dan logistik mencapai Rp39,98 triliun, kemudian sektor pangan Rp11,88 triliun, Infrastruktur mencapai Rp110.23 triliun dan yang terakhir adalah sektor pengolahan mencapai Rp11 triliun.

baca juga:

"Tak hanya itu, untuk sektor kesehatan mencapai Rp14,33 triliun, perumahan, wisata, dan lingkungan Rp18,26 triliun, pembiayaan atau UMKM Rp72,79 triliun, energi Rp56,74 triliun, investasi Rp33,5 triliun, dan lainnya Rp500 miliar," ucapnya kembali.

Sementara itu, tambahnya, untuk sektor komoditas bertujuan untuk penyerapan komoditas dan peningkatan kapasitas pengolahan dan produksi.

"Pemerintah juga menyuntikkan dana untuk BPJS Kesehatan sebesar Rp.5 triliun," ucapnya.

Meskipun begitu, tambahnya, negara juga mengucurkan dana triliunan dalam merestrukturisasi BUMN. Lebih lanjut Dodok merinci diantaranya adalah untuk PT Dirgantara Indonesia sebesar Rp3,99 triliun, PT Merpati Nusantara Rp1,09 triliun, PT Geo Dipa Energi Rp440 miliar, PT Kertas Kraft Aceh Rp300 miliar, dan PT Kertas Leces Rp. 280 miliar.[]