News

PMK Muncul di DIY, Sultan: Kalau Ada Hewan Ternak Mati Jangan Dimakan

PMK Muncul di DIY, Sultan: Kalau Ada Hewan Ternak Mati Jangan Dimakan


PMK Muncul di DIY, Sultan: Kalau Ada Hewan Ternak Mati Jangan Dimakan
Gubernur DIY Sri Sultan HB X di Gedhong Pracimasono, Kompleks Kepatihan, Kota Yogyakarta, Senin (15/2/2021) (AKURAT.CO/Kumoro Damarjati)

AKURAT.CO Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta warganya tak memakan atau mengonsumsi daging hewan ternak terpapar maupun terindikasi terinfeksi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

"Yang penting kalau sudah ketahuan gitu (terpapar PMK) ya dilokalisir. Kalau mati jangan dimakan," katanya di Kompleks Kepatihan, Kota Yogyakarta, Selasa (17/5/2022).

Selain melokalisasi supaya tak menular ke hewan ternak lainnya, Pemda DIY bersama kepolisian atau instansi vertikal terkait dan jajaran kabupaten/kota akan terus mengawasi lalu lintas pengiriman hewan ternak demi mengantisipasi meluasnya PMK. Walaupun, diakui Sultan, langkah ini cukup sulit untui dilakukan.

baca juga:

Intinya, kendaraan pengangkut hewan ternak dari daerah merah atau hitam penyebaran PMK diupayakan untuk diminta putar balik oleh petugas pos pengecekan. Sementara mereka yang datang dari zona hijau pun tetap akan menjalani pemeriksaan.

"Jadi bagaimana yang penting membatasi kalau yang (sapi) lokal bisa yang lokal saja. Nggak usah dari luar (daerah) punya risiko. Tapi masalahnya orang tak semudah yang seperti kita katakan," tutupnya.

DIY sendiri telah melaporkan 2 kasus PMK pada hewan ternak di Pandowan, Galur, Kulon Progo. Seekor di antaranya, yakni domba dilaporkan telah mati.

Adapun temuan 7 kasus suspek atau dicurigai terinfeksi PMK pada domba milik peternak Pandowan, Galur. Sampel ketujuh hewan ternak itu telah dikirim ke BBVet Wates, Kulon Progo. []