News

PMI Makassar: Stok DarahSaat Ramadan Sangat Minim

PMI menyatakan bahwa stok darah yang tersedia sangat minim sehingga dipastikan kondisi ini tidak aman


PMI Makassar: Stok DarahSaat Ramadan Sangat Minim
Warga mendonorkan darahnya di Unit Transfusi Darah Palang Merah Indonesia (PMI) DKI Jakarta, Rabu (1/4/2020). Palang Merah Indonesia (PMI) menyatakan kekurangan pasokan stok darah. Jumlah pendonor minim karena pemerintah mengimbau masyarakat untuk melakukan social distancing untuk menekan penyebaran virus Corona (Covid-19). Pasokan darah PMI Provinsi DKI Jakarta pun menurun hingga 90 persen dan mengakibatkan lonjakan jauh antara permintaan dan pendonor. (AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo)

AKURAT.CO, Palang Merah Indonesia (PMI) di Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan menyatakan bahwa stok darah yang tersedia sangat minim sehingga dipastikan kondisi ini tidak aman.

Kepala UTD PMI Kota Makassar, dr Hj Sukmawati menyebutkan stok darah yang tersedia di bawah 500 kantong, padahal stok aman harusnya berada di angka 1000 kantong darah, terlebih di bulan Ramadan.

Jika biasanya PMI telah menyiapkan stok darah sekitar 2.000 kantong jelang Ramadan, kali ini stok darah sangat menipis sehingga hanya tersedia 500 kantong darah sebelum memasuki bukan suci Ramadan 1442 Hijriah.

"Stok darah lumayan kritis, karena stok kita tidak aman karena biasanya memasuki bulan Ramadan itu, kita punya stok lumayan tetapi ini kan musim pandemi jadi agak sulit bagi masyarakat berdonor," ujarnya di Makassar, Senin, (19/4/2021).

Seperti komunitas misalnya, dr Sukma menjelaskan bahwa berbagai institusi pemerintah maupun swasta terlihat sangat kurang dalam melakukan donor darah. Ini dipahami sebagai dampak dari pandemi yang memang mengharuskan masyarakat serba hati-hati sehingga animo pun ikut menurun.

Maka dalam upaya meningkatkan minat masyarakat, PMI Makassar membuka berbagai gerai donor di sejumlah masjid, salah satunya Masjid Al Markaz selama Ramadan. Termasuk pula di tempat umum, seperti Lego-lego Makassar dan mobile donor, keliling dari satu tempat ke tempat lainnya.

Alhasil, permintaan dari rumah sakit masih bisa terpenuhi dengan upaya-upaya yang dilakukan pihak PMI selama bulan puasa ini.

Upaya itu, kata dr Sukma, cukup efektif dan membantu meski jumlah pendonor pun bervariasi, empat atau lima pendonor setiap harinya pada setiap gerai donor PMI. Meski demikian, langkah ini dipastikan mampu menyuplai kebutuhan darah warga yang tiap hari ada permintaan.

"Memang karena kondisinya lagi pandemi jadi serba kehati hatian, animo juga agak berkurang. Semoga tetap kita bisa memenuhi walaupun mungkin ada beberapa kebutuhan harus donor dari keluarga," ujarnya.

Selain itu, dr Sukma mengapresiasi respon warga non muslim yang ikut banyak berdonor selama Ramadan ini. Banyak dari komunitas-komunitas non muslim sangat mendukung kebutuhan darah di bulan puasa, termasuk dari beberapa komunitas gereja.

"Mari berdonasi sambil melaksanakan bulan puasa Ramadan, dan mari beramal melalui donor darah di PMI Makassar," ujarnya. []

Sumber: Antara

Erizky Bagus

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu