News

PMI Dirikan Posko Dapur Umum bagi Korban Banjir Jember

 PMI Dirikan Posko Dapur Umum bagi Korban Banjir Jember
Dinas Sosial DKI Jakarta mendirikan dapur umum untuk korban banjir di Jakarta, Sabtu (27/4/2019). (Istimewa)

AKURAT.CO, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember, Jawa Timur mendirikan posko dapur umum di Balai Desa Andongrejo bagi korban terdampak banjir di dua desa dan Dusun Bandealit di kawasan Taman Nasional Meru Betiri yang sulit dijangkau.

"Kami membuka dapur umum di Balai Desa Andongrejo, Kecamatan Tempurejo untuk menyediakan kebutuhan makanan bagi warga terdampak banjir di wilayah yang belum terjangkau yaitu di Bandealit, Andongrejo dan Curahnongko," kata Ketua PMI Kabupaten Jember Zaenal Marzuki di Jember, Kamis, (21/1/2021).

Menurutnya, posko dapur umum PMI Kabupaten Jember didirikan pada Selasa, (19/1/2021) setelah banjir susulan terjadi, sehingga pihaknya merespon cepat dengan menerjunkan Tim Dapur Umum dan berkoordinasi dengan posko terpadu yang ada di Kantor Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo.

baca juga:

Hasil assesment terakhir, lanjut dia, Tim Dapur Umum PMI Kabupaten Jember menyiapkan menu makanan sebanyak 1.300 bungkus dengan rincian sasaran yang tersebar di Desa Andongrejo meliputi Dusun Krajan 1 sebanyak 125 jiwa, Krajan II sebanyak 125 jiwa, Dusun Bandealit sebanyak 600 jiwa.

"Sedangkan untuk korban banjir di Desa Curahnongko sebanyak 450 jiwa dengan rincian di Dusun Teratai sebanyak 200 jiwa dan Dusun Krajan sebanyak 250 jiwa," tuturnya.

Ia menjelaskan, tim dapur umum PMI dibantu masyarakat sekitar telah memasak dan mendistribusikan makanan pagi dan sore kepada warga korban banjir setiap hari sebanyak 2.600 bungkus dan 100 bungkus untuk personel di kantor Desa Andongrejo.

Dapur umum untuk penanganan banjir di Kabupaten Jember bertambah dari satu dapur umum di Kantor Desa Wonoasri, kini didirikan dapur umum PMI Kabupaten Jember di Kantor Desa Andongrejo untuk menjangkau Dusun Bandealit di kawasan TN Meru Betiri.

Sekitar 500 kepala keluarga atau 1.500 jiwa yang berada di Dusun Bandealit sempat terisolasi karena akses jalan menuju ke sana tertimbun longsor hingga menutup badan jalan, sehingga petugas bersama warga bergotong royong membuka akses jalan tersebut.

Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Jember hingga 18 Januari 2021 mencatat delapan kecamatan diterjang bencana banjir dan tanah longsor yang tersebar di 18 desa/kelurahan dengan jumlah warga yang terdampak sebanyak 4.178 kepala keluarga (KK).

Sumber: ANTARA

Erizky Bagus

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu