News

PMD PDAM Jaya Dipangkas 79%, PSI: Kapan Semua Warga Bisa Nikmati Air Bersih?

Partai Solidaritas Indonesia menyayangkan keputusan Pemprov DKI Jakarta yang memangkas drastis Penyertaan Modal Daerah (PMD) ke PDAM Jaya sebesar 79%.


PMD PDAM Jaya Dipangkas 79%, PSI: Kapan Semua Warga Bisa Nikmati Air Bersih?
Pedagang mengantar air bersih di pemukiman kawasan Kwitang, Jakarta, Senin (5/8/2019). Permintaan air bersih meningkat seiring pemadaman listrik bergilir yang dilakukan oleh PLN. Sebab aliran listrik di sebagian besar wilayah Banten-Jabar dan Jakarta padam sejak Minggu (5/8/2019). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Fraksi Partai Solidaritas Indonesia menyayangkan keputusan Pemprov DKI Jakarta yang memangkas drastis Penyertaan Modal Daerah (PMD) ke PDAM Jaya sebesar 79 persen, dari yang sebelumnya Rp276 miliar menjadi Rp57 miliar.

Oleh karena itu, Fraksi Partai Solidaritas Indonesia mengaku akan terus memperjuangkan anggaran besar bagi penyediaan air bersih tersebut.

"Kami konsisten terus memperjuangkan anggaran besar untuk percepatan penyediaan air bersih," kata Anggota Komisi B DPRD DKI Fraksi PSI, Eneng Maliyanasari sebagaimana dikutip AKURAT.CO dari akun resmi Instagram @psi_jakarta, Jakarta, Kamis (14/10/2021).

Menurut Eneng, pemangkasan anggaran penyediaan air bersih ini berpotensi menghambat penyediaan air bersih bagi warga Jakarta. Sebab, sampai hari ini cakupannya baru mencapai 64 persen.

"Saat ini cakupannya baru 64 persen. Kalau setiap tahun anggarannya paling kecil terus kapan semua warga Jakarta bisa menikmati air bersih?" ungkapnya.

Seperti diketahui, BUMD PAM Jaya membutuhkan dukungan anggaran PMD untuk memenuhi kebutuhan perpipaan air bersih warga jakarta yang diperkirakan dibutuhkan anggaran sekitar Rp30,3 triliun hingga 2020.

Eneng menilai, tentunya hal ini akan sulit terwujud apabila anggaran PMD dipangkas drastis hingga tersisa Rp57 miliar yang bahkan berasal dari dividen PDAM pada tahun berjalan.

"Jangan langsung dipotong hanya karena kinerjanya tidak maksimal. Harus segera dicari solusi agar PDAM Jaya bisa meningkatkan kinerja dan mempercepat penyediaan air bersih. Target cakupan 100 persen pada 2030 harus bisa kita capai," jelasnya. []