News

PM Yordania Janjikan Penyelidikan, Usut Tuntas Ledakan Gas Mematikan di Pelabuhan Laut Merah

PM Yordania Janjikan Penyelidikan, Usut Tuntas Ledakan Gas Mematikan di Pelabuhan Laut Merah


PM Yordania Janjikan Penyelidikan, Usut Tuntas Ledakan Gas Mematikan di Pelabuhan Laut Merah
Perdana Menteri Bisher Al-Khasawneh mengunjungi lokasi ledakan gas klorin pada Selasa (28/6), dan mengatakan konsentrasi gas di daerah itu telah kembali normal. (AFP )

AKURAT.CO Perdana Menteri (PM) Yordania telah menginstruksikan penyelidikan atas ledakan mematikan yang baru saja terjadi di pelabuhan Laut Merah. Pengumuman penyelidikan itu disampaikan Bisher pada Selasa (28/7), sehari usai insiden mematikan tersebut, yang telah menewaskan sedikitnya 13 orang, dan melukai ratusan lainnya. 

Dilaporkan sebelumnya, bahwa pada Senin, sebuah derek menjatuhkan salah satu tangki klorin yang akan dimuat ke kapal. Akibatnya, terjadi ledakan asap beracun, dengan warna kuning cerah langsung menyebar ke daratan. Sementara diketahui, tangki yang jatuh, berisi antara 25-30 ton gas klorin.

Video yang disiarkan di TV pemerintah menunjukkan saat tangki meledak, pekerja berebut untuk melarikan diri dari awan beracun.

baca juga:

Pada Selasa, Al-Khasawneh mengunjungi lokasi pelabuhan yang terletak di kota Aqaba. Mengutip otoritas pertahanan sipil dan lingkungan, dia mengonfirmasi bahwa konsentrasi gas di daerah itu telah kembali normal. 

Dia juga mengatakan bahwa sebagian besar pergerakan di pelabuhan telah dilanjutkan, kecuali lokasi tempat terjadinya ledakan. Lokasi dilaporkan masih dalam upaya pembersihan dan pemeriksaan.

Al-Khasawneh lalu memberi rincian bahwa dari para korban tewas, beberapa di antaranya berasal dari negara lain. Ia tidak menjelaskan lebih lanjut soal informasi ini. PM Yordania itu hanya melanjutkan bahwa banyak dari korban yang terluka telah dipulangkan dari rumah sakit.

Direktorat Keamanan Publik, yang awalnya menggambarkannya sebagai kebocoran gas, mengatakan bahwa pihak berwenang telah menutup daerah itu. Langkah ini diambil usai petugas mengevakuasi yang terluka dan mengirim spesialis untuk mengatasi situasi tersebut.

TV Jordan yang dikelola pemerintah mengonfirmasi 13 orang tewas. Al-Mamlaka TV, outlet resmi lainnya, mengatakan 199 masih dirawat di rumah sakit. Direktorat Keamanan Publik, sementara itu, mengumumkan bahwa jumlah yang terluka mencapai total 251 orang.

Aqaba berada di ujung utara Laut Merah, di sebelah kota Israel Eilat, yang berada tepat di seberang perbatasan. Baik Aqaba dan Eliat, keduanya merupakan tujuan wisata pantai dan tempat selam populer. 

Layanan darurat Eilat mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa tidak ada dampak pada kota, tetapi mereka tetap mengikuti situasi dengan cermat. []