News

Kudeta Sudan Gagal, Puluhan Tentara Ditangkap

Hingga kini, dalang di balik kudeta belum dikonfirmasi


Kudeta Sudan Gagal, Puluhan Tentara Ditangkap
Menurut sumber pejabat senior Sudan, setidaknya 40 tentara telah ditangkap sehubungan dengan upaya kudeta. (Anadolu Agency)

AKURAT.CO, Media pada Selasa (21) melaporkan soal upaya kudeta yang gagal di Sudan.

Televisi pemerintah mengatakan bahwa upaya kudeta dilakukan oleh pihak tertentu, dan mereka meminta warga untuk menghadapinya. Kasus tentang kudeta ini muncul dalam siaran berita nasional tanpa merinci lebih lanjut tentang kelompok di balik plot tersebut.

Anggota Dewan Kedaulatan Mohamed Al-Faki Suleiman juga telah mengonfirmasi soal upaya kudeta yang gagal ini. Dalam postingan Facebooknya, Suleiman ikut meminta rakyat untuk menghadapi upaya kudeta. Ia mengajak warga untuk 'bangkit membela negara dan melindungi transisi demokrasi'.

Hingga kini, dalang di balik kudeta belum dikonfirmasi. Namun, seorang sumber senior militer Sudan mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa memang ada kelompok putschit atau pasukan kudeta yang berusaha menguasai negara. Sumber juga mengatakan bahwa setidaknya 40 tentara telah ditangkap karena keterlibatan mereka dalam upaya kudeta.

Sementara itu, sumber pemerintah yang berbicara kepada Reuters, mengatakan bahwa upaya kudeta melibatkan aksi untuk menguasai radio negara di Omdurman. Stasiun radio ini terletak di seberang sungai Nil dari ibu kota Khartoum.

"Langkah-langkah sedang diambil untuk menahan sejumlah orang yang terlibat," kata sumber itu.

Dilaporkan  bahwa saat ini, situasi sudah terkendali. Seorang saksi mata mngatakan bahwa militer telah mengerahkan pasukan hingga tank-tank untuk menutup jembatan yang menghubungkan Khartoum dengan Omdurman pada Selasa pagi.

Namun, menurut saksi mata, sempat ada penembakan sporadis terdengar di dalam korps lapis baja di bagian selatan Khartoum.

Sudan sedang diperintah di bawah kesepakatan pembagian kekuasaan yang rapuh antara militer dan warga sipil setelah penggulingan mantan Presiden Omar al-Bashir pada April 2019.

Otoritas transisi mengatakan mereka telah menggagalkan atau mendeteksi upaya kudeta sebelumnya yang terkait dengan faksi-faksi yang setia kepada Bashir. []