Ekonomi

PLN Didesak Siapkan Tim Khusus Siaga Banjir Hingga Perpanjang Stimulus Listrik

Legislator minta PLN persiapkan tim khusus siaga banjir, hal itu lantaran antisipasi banjir yang melanda di berbagai daerah Tanah Air


PLN Didesak Siapkan Tim Khusus Siaga Banjir Hingga Perpanjang Stimulus Listrik
Banjir yang melanda kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (20/2/2021). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto menyatakan guna mengantisipasi berbagai kejadian akibat banjir yang kini melanda berbagai daerah di Tanah Air, maka PLN perlu untuk menyiapkan tim siaga banjir.

"Jangan sampai dalam kondisi banjir seperti sekarang terjadi musibah susulan akibat aliran listrik liar atau korsleting listrik," kata Mulyanto dalam siaran pers di Jakarta, Senin (22/2/2021).

Menurut Mulyanto, tim PLN harus siap 24 jam melayani masyarakat yang memerlukan bantuan terkait baik dalam hal pengadaan maupun pemadaman listrik sehingga tidak menimbulkan bahaya kelistrikan karena stop kontak aktif di dalam rumah-rumah yang terendam air.

Namun demikian, lanjutnya, setelah air surut dan aman, maka aliran listrik juga dapat segera dinyalakan kembali.

Selain itu, Mulyanto juga minta kepada pemerintah agar memperpanjang stimulus listrik yang rencananya akan berakhir Maret 2021.

Ia menilai dengan faktor pandemi belum reda dan ekonomi masyarakat belum pulih benar, maka perpanjangan stimulus listrik dapat meringankan beban masyarakat.

Paling tidak, masih menurut dia, kebijakan itu diberlakukan sampai akhir tahun 2021 atau sampai pandemi ini berakhir serta ekonomi masyarakat pulih.

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) menyatakan telah menerjunkan 6.170 personil untuk bersiaga melakukan pemantauan kelistrikan dan pengamanan pada daerah terdampak banjir di wilayah DKI Jakarta dan Jawa Barat (Jabar).

"Petugas PLN terus bersiaga untuk memantau kondisi wilayah yang terdampak banjir guna melakukan pemulihan dan memastikan keselamatan masyarakat," kata Direktur Bisnis Regional Jawa, Madura dan Bali PLN, Haryanto WS di Jakarta, Sabtu (20/2).

Haryanto mengatakan terdapat kondisi yang menyebabkan listrik dinonaktifkan demi keselamatan, yaitu apabila rumah warga terendam, jaringan listrik PLN terendam, dan keduanya terendam.

Sekadar informasi, banjir di sejumlah wilayah DKI Jakarta dan Jawa Barat sejak Jumat (19/2/2021) hingga Sabtu Pagi (20/2/2021) membuat PLN mematikan beberapa gardu distribusi atau gardu induk yang terendam banjir.

Adapun beberapa wilayah yang masih terdampak di wilayah Jakarta yaitu Cipinang, Pinang Ranti, Kampung Makasar, Bambu Apus, Fatmawati, Kemang, Pejaten, Warung Buncit, Kalibata, Ciledug, Petukangan, Pondok Kacang, Kuningan, dan Karet Tengsin.

Sementara di Jawa Barat yaitu sebagian Bekasi meliputi Bintara, Jatiasih, Kalimalang, Jatibening, Jatiwaringin, Pondok Gede, sebagian Cikarang, sebagian Karawang, dan sebagian Gunung Putri.[]