Ekonomi

PLN Batam Setop Rencana Ekspor Listrik ke Singapura

Rizal Calvary Marimbo: Komisaris dan manajemen PT PLN Batam menghentikan semua bentuk penjajakan pengadaan listrik yang akan diekspor ke Singapura.


PLN Batam Setop Rencana Ekspor Listrik ke Singapura
Pekerja saat melakukan perawatan kabel jaringan listrik sutet di kawasan Petamburan, Jakarta Pusat, Senin (5/8/2019). PT PLN (persero) akan mengurangi tagihan kepada pelanggannya. Hal ini dilakukan imbas padamnya listrik pada Minggu (4/8/2019) kemarin. PLN akan memberikan kompensasi sesuai deklarasi Tingkat Mutu Pelayanan (TMP), dengan Indikator Lama Gangguan. Kompensasi akan diberikan sebesar 35 persen dari biaya beban atau rekening minimum untuk konsumen golongan tarif adjustment.  (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO PT Pelayanan Listrik Nasional Batam (PLN Batam) menghentikan rencana ekspor listrik ke Singapura. Hal tersebut diutarakan Komisaris PT PLN Batam Rizal Calvary Marimbo di Jakarta, kemarin usai Halal Bihalal di PT PLN, Jakarta Selatan.

“Komisaris dan manajemen PT PLN Batam menghentikan semua bentuk penjajakan pengadaan listrik yang akan diekspor ke Singapura,” ujar Rizal lewat keteragannya, pada Kamis (19/05/2022).

Rizal juga mengatakan saat ini PLN Batam akan berkonsentrasi untuk memenuhi kebutuhan domestik di Pulau Batam. Sebab pasca membaiknya situasi pelonggaran COVID-19, terjadi lonjakan permintaan listrik di wilayah itu. 

baca juga:

“Ini diluar dugaan kita, rebound industri di Batam sangat cepat. Ini belum termasuk wisata dan komersil di Batam terus membaik. Kerja-kerja perbaikan iklim investasi sangat cepat,” kata Rizal.

Tenaga Ahli Kementerian Investasi/BKPM ini juga mengatakan akibat pemulihan iklim investasi, industri yang berjalan demikian cepat saat ini Batam mengalami defisit listrik.Sebab itu, Rizal mengatakan, PLN Batam akan fokus menambah kapasitas daya terpasang di wilayah itu. 

"Kita minta maaf kepada masyarakat keandalan listrik pelayanan kami terganggu.  Kami sangat minta maaf. Ini diluar dugaan kami. Sebab sebelum COVID-19 cadangan kami cukup banyak. Saat COVID, malah menurun permintaan listrik. Kami jualan susah waktu itu. Setelah COVID dilonggarkan malah pemulihan sangat cepat. Ke depan akan kami tambah 100 MW lagi. Secepatnya kami minta manajemen kerja keras dan cepat,” ungkap Rizal.  

Arah Pemerintah Rizal juga mengatakan penghentian ekspor listrik ke Singapura mengikuti arah kebijakan pemerintah yang akan menghentikan proyek dan rencana apapun ekspor listrik ke luar negeri. 

"Kita menjalankan arahan pemerintah yang akan memfokuskan pengadaan listrik untuk kebutuhan domestik. Kita di PLN Batam sejak sebulan lalu sudah menghentikan rencana ekspor listrik ke Singapura. Selanjutnya, kita serahkan soal ekspor ini ke PLN Group, induk kami,” tutup Rizal.[]