Tech

Platform Wagely Bantu Perusahaan Atasi Perputaran Karyawan Pasca Libur Lebaran

Wagely yang merupakan platform kesejahteraan finansial, akan membantu perusahaan mengatasi tantangan para karyawan pasca libur lebaran.


Platform Wagely Bantu Perusahaan Atasi Perputaran Karyawan Pasca Libur Lebaran
Ilustrasi wagely (Wagely)

AKURAT.CO Wagely yang merupakan platform kesejahteraan finansial, akan membantu perusahaan mengatasi tantangan para karyawan pasca libur lebaran.

Pasalnya, setelah dua tahun terakhir menghadapi pandemi merupakan masa yang tidak mudah bagi perusahaan di seluruh dunia.

Berdasarkan hasil survei mercer, sebagian perusahaan mengalami tingkat perputaran karyawan yang tinggi.

baca juga:

Sebanyak 55 % perusahaan menyatakan ketidakpuasan karyawan terhadap gaji sebagai penyebab utama. Lalu diikuti oleh kemampuan karyawan untuk mendapatkan benefit yang lebih baik di perusahaan lain sebesar 46%.

Di samping itu, perusahaan di Indonesia cenderung mengalami perputaran karyawan pada minggu-minggu setelah liburan Idul Fitri, dan sebuah studi dari LinkedIn yang dirilis sebelum pandemi menunjukkan bahwa 1 dari 10 karyawan Indonesia berganti pekerjaan setelah Hari Raya Idul Fitri.

Hal itu, menjadikan tantangan yang cukup berat bagi perusahaan untuk mempertahankan para karyawan. 

“Selama pandemi, kami telah melakukan yang terbaik untuk mendukung perusahaan dengan mencoba membantu mengatasi beberapa masalah terbesar mereka termasuk tingkat perputaran dan retensi karyawan. Solusi benefit karyawan kami memperkuat ikatan antara perusahaan dan karyawan mereka, sehingga hasilnya karyawan bertahan lebih lama, lebih terlibat, dan lebih puas dengan pekerjaan mereka,” ujar Tobias Fischer, CEO wagely, Jumat (20/5/2022).

Apalagi, saat ini para karyawan lebih tahu apa yang diinginkan tempat kerja, tetapi masih banyak perusahaan yang terus menawarkan benefit tradisional alih-alih memenuhi kebutuhan mereka.

Akibatnya, perusahaan tidak hanya kehilangan talenta terbaik dengan tidak memberikan benefit yang tepat, tetapi karyawan juga menjadi semakin tidak termotivasi dan tidak bahagia dengan pekerjaan mereka.

“Di saat kami bekerja dengan para pemimpin HR dari banyak perusahaan besar yang mempekerjakan ribuan pekerja, kami menemukan bahwa teknologi EWA kami secara signifikan mengurangi tingkat perputaran karyawan, meningkatkan produktivitas, serta memiliki dampak dalam menarik dan merekrut talenta hebat,” katanya.

“Selain itu, kami juga membantu karyawan mereka menghindari pinjaman dengan bunga yang sangat tinggi, sekaligus membantu perusahaan mengurangi kasbon sehingga arus kas meningkat dan beban administrasi bisnis berkurang,” pungkasnya.